Seputarkarawang.com - Karawang, Karawang — Di tengah hamparan hijau Kebun Glenmor, Desa Puserjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, suasana siang itu terasa berbeda. Terik matahari justru menjadi saksi lahirnya semangat baru bagi para karyawan industri yang mulai memikirkan masa depan setelah pensiun.
Komunitas UMKM Karawang Enterpreneur Sejahtera (KERSA) kembali menerima kunjungan edukasi dari dua karyawan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), yakni Hadi Pranoto dan Andi Rusandi. Keduanya datang bukan sekadar berkunjung, melainkan mencari inspirasi dan peluang usaha produktif untuk masa depan.
Di lokasi tersebut, mereka belajar langsung mengenai budidaya hortikultura hidroponik, khususnya melon yang kini tengah menjadi komoditas unggulan dan memiliki permintaan pasar cukup tinggi.
Andi Rusandi mengaku kagum dengan keterbukaan KERSA dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama bagi para pekerja pabrik yang mulai mempersiapkan masa pensiun.
“Kami sangat berterima kasih kepada KERSA karena membuka ruang belajar bagi kami yang sedang mempersiapkan masa pensiun. Di usia yang sudah tidak muda lagi, kami ingin tetap berkarya dan memiliki penghasilan yang stabil,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan KERSA menjadi jawaban atas kegelisahan banyak pekerja industri yang sering kali bingung menentukan langkah setelah resign, kontrak habis, atau memasuki masa pensiun.
“Selama ini banyak orang bingung setelah keluar dari pabrik mau usaha apa. Di sini kami jadi punya gambaran bahwa pertanian juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan Hadi Pranoto. Ia menilai program edukasi yang dilakukan KERSA bukan hanya teori, tetapi benar-benar praktik nyata yang langsung bisa dipelajari di lapangan.
“Ini program yang sangat bagus karena kita langsung belajar di alam. Tempatnya juga dekat dari kawasan industri, jadi sangat memungkinkan untuk teman-teman karyawan belajar sambil tetap bekerja,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Idris, rekan sesama karyawan Toyota, yang telah mengenalkan program tersebut kepada dirinya dan rekan-rekan lainnya.
“Semoga KERSA terus berkembang dan bisa menjadi motivasi bagi banyak karyawan di Karawang untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak sekarang,” lanjut Hadi.
Sementara itu, Ali selaku Ketua Kelompok Tani KERSA mengatakan pihaknya sengaja membuka ruang edukasi gratis bagi masyarakat yang ingin belajar pertanian modern, khususnya budidaya melon hidroponik.
“Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar. Datang saja langsung ke kebun, kita belajar bareng secara gratis. Harapannya tempat ini bukan hanya menjadi kebun produksi, tapi juga wisata edukasi melon petik langsung dari pohonnya,” ujarnya.
Ali menambahkan, selain melon, KERSA juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura lain seperti sayuran hidroponik dan pakcoy sebagai bagian dari penguatan ketahanan ekonomi masyarakat.
Dengan konsep belajar langsung di lapangan, KERSA kini mulai menjadi salah satu alternatif pemberdayaan masyarakat di tengah dominasi kawasan industri Karawang. Di saat banyak pekerja mulai memikirkan masa depan setelah pensiun, kebun melon justru hadir membawa harapan baru: tetap produktif, tetap berkarya, dan tetap menghasilkan.