Seputarkarawang.com - Karawang, Menjelang bulan suci Ramadan, para pengusaha tahu di Kabupaten Karawang mulai dihantui kecemasan akibat kenaikan harga kedelai di pasaran. Sebagai bahan baku utama yang mayoritas didatangkan melalui skema kedelai impor, lonjakan harga ini memberikan tekanan ganda bagi pelaku usaha kecil menengah. Fenomena musiman yang kerap berulang ini kini terasa lebih berat, memaksa produsen untuk segera mengambil langkah strategis agar operasional pabrik tetap berjalan di tengah tingginya biaya produksi.
Nur Halim, salah satu pemilik pabrik tahu di wilayah Kepuh, Karangpawitan, mengungkapkan bahwa harga komoditas ini telah melonjak dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.200 per kilogram. Menurutnya, faktor global—termasuk situasi geopolitik yang memengaruhi pasokan dari Amerika—turut memperkeruh kondisi pasar. Ia mengaku khawatir tren fluktuasi harga ini tidak akan berhenti di sini. Jika situasi global kian tak menentu, proyeksi harga bahkan bisa menembus angka Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram, sebuah skenario yang tentu sangat memberatkan pelaku usaha mikro.
Dengan rata-rata kebutuhan produksi mencapai 4 kuintal per hari, Nur Halim harus mencari jalan keluar agar usahanya tidak gulung tikar. Strategi bertahan yang diambil adalah melakukan penyesuaian skala ekonomis, yakni dengan mengecilkan ukuran tahu serta menaikkan harga jual di tingkat konsumen. Harga yang sebelumnya Rp 5.000 per 10 biji kini terpaksa disesuaikan menjadi Rp 5.500. Langkah efisiensi biaya ini menjadi pilihan pahit yang harus diambil agar pabrik tahu tetap bisa berproduksi dan memenuhi permintaan pasar yang biasanya meningkat saat Ramadan.
Situasi ini mencerminkan betapa rentannya stabilitas harga kebutuhan pokok lokal terhadap dinamika perdagangan global. Para pelaku usaha kecil di Karawang kini hanya bisa berharap adanya intervensi atau setidaknya kestabilan pasokan agar harga kedelai tidak terus melonjak. Harapannya, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan bahan baku terjangkau, sehingga para pengusaha kecil dapat terus bertahan dan masyarakat tetap bisa menikmati tahu sebagai menu favorit saat berbuka puasa.