Seputarkarawang.com - Karawang, Karawang, Jawa Barat – Upaya mencetak generasi petani muda yang mandiri dan berdaya saing terus dilakukan di Kabupaten Karawang. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Rumah Tani KERSA yang berlokasi di Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) Venus 63, Karawang, pada Ahad (12/7/2026).
Peresmian Rumah Tani KERSA dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat pertanian dari Anggota DPR RI Komisi XII, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., kepada pengelola dan peserta program edukasi pertanian. Kegiatan tersebut dihadiri 20 siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMK Pertanian, 4 mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), serta jajaran pengurus Yayasan Karawang Entrepreneur Sejahtera (KERSA).
Dalam sambutannya, H. Jalal Abdul Nasir menyampaikan bahwa meskipun dirinya bertugas di Komisi XII DPR RI yang membidangi energi dan lingkungan hidup, sektor pertanian dan budidaya tetap menjadi perhatian penting dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Jalal Abdul Nasir diketahui merupakan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan generasi muda.
"Pertanian merupakan sektor strategis yang harus terus diperkuat. Kehadiran Rumah Tani KERSA menjadi langkah positif dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian sekaligus mendorong lahirnya petani-petani muda yang inovatif dan produktif," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Rumah Tani KERSA, Muhammad Nur Miroji atau yang akrab disapa Kang AW, menjelaskan bahwa Rumah Tani KERSA dibangun sebagai pusat kolaborasi antara dunia akademik, pelaku usaha, komunitas, dan calon petani muda.
Menurutnya, Kabupaten Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi sektor pertanian saat ini adalah minimnya regenerasi petani dan masih rendahnya minat lulusan pertanian untuk terjun langsung ke sektor agribisnis.
"Banyak lulusan pertanian yang akhirnya memilih bekerja di sektor industri. Padahal jika dikelola dengan serius, sektor pertanian memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan mampu memberikan penghasilan yang kompetitif. Karena itu, Rumah Tani KERSA hadir untuk memberikan ruang belajar, praktik lapangan, hingga pengembangan usaha pertanian bagi generasi muda," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program Rumah Tani KERSA tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman, tetapi juga penguatan aspek hilirisasi dan pascapanen agar hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Melalui kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, kelompok tani, dan pelaku UMKM, Rumah Tani KERSA diharapkan mampu menjadi pusat edukasi pertanian modern yang melahirkan petani muda, wirausaha pertanian, serta inovator pangan yang siap menjawab tantangan masa depan.
Keberadaan Rumah Tani KERSA menjadi contoh bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berbicara tentang produksi pangan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem pembelajaran, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, Rumah Tani KERSA menargetkan menjadi salah satu model pengembangan petani milenial yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.