Seputarkarawang.com - Karawang, Per awal Mei 2026, gelombang penyesuaian biaya layanan di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop memicu polemik di kalangan penjual (seller). Kenaikan biaya ini dinilai semakin memberatkan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang mengandalkan perputaran modal harian. Di media sosial, muncul gerakan ‘Tinggalkan E-commerce’, yang diikuti oleh sejumlah jenama lokal besar yang beralih menggunakan situs web independen demi mempertahankan keuntungan.
Dampak dari penyesuaian kebijakan ini juga dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha dan pedagang lokal di Kabupaten Karawang yang banyak menggunakan platform digital sebagai etalase utama. Shopee, misalnya, menerapkan penyesuaian pada program Gratis Ongkir XTRA per 2 Mei 2026 dengan rincian yang bervariasi tergantung kategori. Untuk kategori fesyen dan logam mulia, biaya layanan meningkat dari 1,5 persen menjadi 2 persen untuk produk ukuran biasa.
Kenaikan biaya layanan tersebut tentu berdampak langsung pada margin keuntungan bersih para pedagang di Karawang yang umumnya beroperasi dengan skala mikro dan kecil. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, pengurangan pendapatan akibat potongan platform dinilai semakin menggerus modal usaha mereka untuk bertahan di ranah digital.
Tidak hanya masalah potongan persentase, kekhawatiran lain juga muncul terkait beban biaya logistik. Tokopedia dan TikTok Shop kompak menerapkan penyesuaian biaya logistik yang dibebankan penuh kepada pihak penjual per 1 Mei 2026. Kebijakan ini dihitung berdasarkan persentase ongkos kirim yang bervariasi sesuai dengan berat paket, jarak tujuan, dan tarif yang berlaku.
Biaya tambahan logistik ini dapat memotong profit pedagang hingga sekitar Rp5.055 per pesanan di TikTok Shop dan hingga Rp10.110 per pesanan di Tokopedia. Bagi UMKM di Karawang, nominal tersebut cukup terasa, terlebih bagi pedagang yang memiliki volume penjualan tinggi setiap harinya.
Menanggapi kebijakan baru tersebut, pihak Shopee menghadirkan beberapa penawaran benefit baru untuk menyeimbangkan penyesuaian biaya. Salah satunya adalah program bagi UMKM baru yang memberikan keuntungan bebas biaya layanan hingga 1.000 pesanan pertama atau 12 bulan, serta promosi biaya layanan untuk pengguna iklan.
Tingginya beban biaya layanan di platform besar membuka peluang baru bagi pelaku usaha di Karawang untuk melakukan diversifikasi saluran penjualan. Salah satu strategi yang mulai dilirik oleh para brand lokal adalah membangun situs web independen sendiri agar margin keuntungan tetap terjaga dan tidak terpotong oleh biaya layanan e-commerce.
Hingga saat ini, pelaku usaha di Karawang berharap ada evaluasi lebih lanjut terkait kebijakan pemotongan biaya dari pihak manajemen e-commerce. Dengan begitu, ekonomi digital dapat terus tumbuh tanpa harus membebani para pedagang kecil di daerah yang tengah berupaya menjaga perputaran modal.