Seputarkarawang.com - Karawang, Karawang, 3 Mei 2026 — Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) bersama Yayasan UMKM Karawang Enterpreneur Sejahtera (KERSA) menggelar diskusi strategis terkait penguatan sektor agribisnis, Minggu (3/5/2026), di kawasan Galuh Mas, Karawang.
Diskusi yang berlangsung hingga malam hari ini mempertemukan perspektif akademis dan pengalaman praktis lapangan, dengan fokus utama pada persoalan distribusi dan pemasaran hasil pertanian yang masih menjadi tantangan utama pelaku UMKM.
Lima mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Raafi Sholahudin, Cep Anton, Irvan Nur Ferdiansyah, Lutfia Maulidia, dan Lia Irawati. Mereka membahas implementasi ilmu perkuliahan dalam praktik nyata, sekaligus menawarkan sejumlah gagasan strategis.
Beberapa ide yang mengemuka antara lain penguatan pemasaran produk pertanian ke jaringan ritel modern melalui sistem grading kualitas, serta penjajakan distribusi ke fasilitas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat bagi pasien dan masyarakat.
Selain aspek pemasaran, diskusi juga menyoroti efisiensi produksi, termasuk penerapan teknik budidaya seperti kawin silang tanaman dan strategi menekan Harga Pokok Produksi (HPP). Efisiensi dinilai menjadi kunci agar produk mampu bersaing di pasar.
Salah satu peserta, Irvan Nur Ferdiansyah, mahasiswa asal Bojonegoro, Jawa Tengah, turut membagikan pengalamannya menjalankan usaha ikan marinasi. Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya harga bahan kemasan plastik yang berdampak pada biaya produksi.
Menanggapi hal tersebut, KERSA memberikan perspektif terkait regulasi dan alternatif solusi untuk menekan biaya produksi, khususnya dalam menghadapi fluktuasi harga bahan baku dan pendukung usaha.
Ketua Kelompok Kartim KERSA, Idris, menilai kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha lapangan memiliki potensi besar dalam mendorong inovasi sektor pertanian.
“Mahasiswa memiliki pola pikir yang masih segar dan adaptif. Ini menjadi kekuatan jika dikolaborasikan dengan pengalaman praktis di lapangan,” ujar Idris.
Sebagai tindak lanjut, KERSA membuka peluang magang bagi mahasiswa di bidang pertanian hortikultura, khususnya pada program budidaya melon yang tengah dikembangkan di Desa Puserjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara kalangan akademisi dan praktisi dalam mendorong pertanian yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing di tingkat daerah maupun nasional.