EKONOMI

Mahasiswa UNSIKA dan KERSA Kolaborasi Dorong Penguatan Agribisnis Karawang

Redaksi - Muhammad nur miroji
04 May 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Karawang, 3 Mei 2026 — Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) bersama Yayasan UMKM Karawang Enterpreneur Sejahtera (KERSA) menggelar diskusi strategis terkait penguatan sektor agribisnis, Minggu (3/5/2026), di kawasan Galuh Mas, Karawang.

ADVERTISEMENT

Diskusi yang berlangsung hingga malam hari ini mempertemukan perspektif akademis dan pengalaman praktis lapangan, dengan fokus utama pada persoalan distribusi dan pemasaran hasil pertanian yang masih menjadi tantangan utama pelaku UMKM.

ADVERTISEMENT

Lima mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Raafi Sholahudin, Cep Anton, Irvan Nur Ferdiansyah, Lutfia Maulidia, dan Lia Irawati. Mereka membahas implementasi ilmu perkuliahan dalam praktik nyata, sekaligus menawarkan sejumlah gagasan strategis.

ADVERTISEMENT

Beberapa ide yang mengemuka antara lain penguatan pemasaran produk pertanian ke jaringan ritel modern melalui sistem grading kualitas, serta penjajakan distribusi ke fasilitas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat bagi pasien dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Selain aspek pemasaran, diskusi juga menyoroti efisiensi produksi, termasuk penerapan teknik budidaya seperti kawin silang tanaman dan strategi menekan Harga Pokok Produksi (HPP). Efisiensi dinilai menjadi kunci agar produk mampu bersaing di pasar.

ADVERTISEMENT

Salah satu peserta, Irvan Nur Ferdiansyah, mahasiswa asal Bojonegoro, Jawa Tengah, turut membagikan pengalamannya menjalankan usaha ikan marinasi. Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya harga bahan kemasan plastik yang berdampak pada biaya produksi.

Menanggapi hal tersebut, KERSA memberikan perspektif terkait regulasi dan alternatif solusi untuk menekan biaya produksi, khususnya dalam menghadapi fluktuasi harga bahan baku dan pendukung usaha.

Ketua Kelompok Kartim KERSA, Idris, menilai kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha lapangan memiliki potensi besar dalam mendorong inovasi sektor pertanian.

ADVERTISEMENT
Foto: Istimewa

“Mahasiswa memiliki pola pikir yang masih segar dan adaptif. Ini menjadi kekuatan jika dikolaborasikan dengan pengalaman praktis di lapangan,” ujar Idris.

ADVERTISEMENT

Sebagai tindak lanjut, KERSA membuka peluang magang bagi mahasiswa di bidang pertanian hortikultura, khususnya pada program budidaya melon yang tengah dikembangkan di Desa Puserjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara kalangan akademisi dan praktisi dalam mendorong pertanian yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing di tingkat daerah maupun nasional.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar