BERITA

Sindir Kinerja Satpol PP, Warga Karawang Pajang Botol Miras di Tiang Listrik

Redaksi - Febry Ramadhan
28 Jun 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Aksi protes tidak biasa dilakukan oleh warga di kawasan Jalan Tuparev, Karawang, pada Sabtu (27/6/2026). Sejumlah botol minuman keras (miras) ditemukan menggantung melingkar di tiang listrik, yang belakangan diketahui sebagai bentuk sindiran keras warga terhadap sikap Satpol PP Kabupaten Karawang yang dianggap abai terhadap aduan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Aksi yang sempat viral di media sosial ini dipicu oleh akumulasi kekesalan pemilik toko dan warga sekitar. Lili Hendrawati, salah seorang pemilik toko di lokasi tersebut, mengaku bahwa ruko mereka kerap dijadikan tempat pesta miras dan tongkrongan hingga larut malam. Kondisi ini membuat warga terganggu, baik dari segi kebersihan lingkungan hingga kebisingan musik yang diputar hingga dini hari.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah sering melapor melalui kanal resmi seperti Tanggap Karawang dan langsung ke Satpol PP, tetapi responnya sangat minim. Hanya dijawab dengan ucapan terima kasih standar, bahkan ada beberapa warga yang mengaku diblokir akunnya," ungkap Lili saat dikonfirmasi terkait alasan di balik aksi protes tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut Lili, warga sebenarnya sudah memberikan toleransi kebisingan hingga pukul 21.00 WIB, namun kesabaran mereka habis karena lingkungan tetap kotor akibat sampah botol dan bekas muntahan setiap harinya. Pemasangan botol miras di tiang listrik pun menjadi cara terakhir warga untuk menyuarakan keresahan yang selama ini dianggap tidak mendapat tindakan tegas dari pihak berwenang.

ADVERTISEMENT

Menanggapi aksi viral tersebut, Satpol PP Kabupaten Karawang akhirnya turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Kasi Operasi dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Karawang, Tata Suparta, membenarkan adanya penolakan saat petugas hendak menurunkan botol-botol tersebut. Warga bersikeras bahwa apa yang mereka lakukan adalah bentuk nyata penyampaian aspirasi atas kondisi lingkungan yang tidak lagi kondusif.

ADVERTISEMENT

"Kami memahami keresahan warga. Setelah kami beri penjelasan bahwa penyampaian pendapat harus tetap menjaga estetika dan ketertiban lingkungan, warga akhirnya bisa memahami. Kami akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait gangguan ketenteraman dan ketertiban umum ini secara lebih intensif ke depannya," pungkas Tata.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar