Seputarkarawang.com - Karawang, Karawang — Semangat pemberdayaan masyarakat melalui pertanian perkotaan terus ditunjukkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mbah Cipto yang berada di Perumahan Bumi Telukjambe, Blok K RT 03/RW 15, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, kelompok yang berdiri sejak tahun 2022 tersebut mampu mengubah lingkungan perumahan menjadi area produktif berbasis hidroponik. Berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, bayam, dan kangkung berhasil dibudidayakan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
Ketua KWT Mbah Cipto, Chandra Jadianti, menjelaskan bahwa saat ini kelompoknya memiliki sekitar 10 rak tanam dengan kapasitas kurang lebih 2.000 lubang tanaman.
“Alhamdulillah hasil panen sejauh ini cukup membantu ekonomi anggota. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, hasil sayur juga dijual ke masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Harga jual hasil panen pun cukup terjangkau, yakni pakcoy Rp22 ribu, bayam Rp26 ribu, dan kangkung Rp18 ribu per kilogram. Menurut Chandra, keberadaan KWT tidak hanya menjadi sarana bercocok tanam, tetapi juga wadah pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga.
Tidak berhenti pada sektor pertanian, KWT Mbah Cipto juga mulai mengembangkan konsep edukasi berbasis pertanian untuk anak-anak usia dini melalui program study farming. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada proses menanam hingga panen secara langsung.
Program edukasi itu menyasar sekolah TK dan PAUD dengan biaya paket mulai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu sesuai konsep kegiatan yang disepakati.
Saat kunjungan berlangsung, sejumlah pengurus tampak aktif mendampingi kegiatan di kebun, di antaranya Ibu Nung dan Ibu Harianti. Selain pertanian hidroponik, kelompok tersebut juga mengelola budidaya ikan air tawar menggunakan empat kolam terpal berukuran besar yang berisi ikan nila dan gurame.
Salah satu anggota, Deni, terlihat aktif melakukan perawatan kolam ikan saat kegiatan berlangsung. Hal itu menunjukkan keterlibatan kaum pria dalam mendukung aktivitas ketahanan pangan keluarga di lingkungan tersebut.
KWT Mbah Cipto sendiri diketahui menjadi bagian dari kelompok binaan Yamaha dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan produktif.
Meski telah menunjukkan perkembangan positif dan beberapa kali memperoleh penghargaan di tingkat daerah maupun kabupaten, hingga kini KWT Mbah Cipto masih belum tercatat dalam SIMLUHTAN atau Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian.
Padahal, legalitas tersebut dinilai penting untuk mendukung akses kelompok terhadap pembinaan, bantuan program pemerintah, serta penguatan kelembagaan petani.
Harapan pun mulai muncul setelah adanya komunikasi dengan Ibu Diah yang menyampaikan bahwa pihak terkait akan berkoordinasi dengan UPTD PPL Kecamatan Telukjambe Timur mengenai proses registrasi kelompok.
Bahkan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang bersama kepala bidang terkait dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke lokasi KWT Mbah Cipto pada Selasa, 12 Mei 2026.
Keberadaan KWT Mbah Cipto kini menjadi contoh bahwa pertanian modern berbasis lingkungan perumahan mampu menciptakan manfaat ekonomi, edukasi, dan sosial secara bersamaan. Masyarakat pun berharap kelompok tersebut segera mendapatkan legalitas resmi agar kiprah dan kontribusinya terhadap ketahanan pangan semakin berkembang di masa mendatang.