Seputarkarawang.com - Karawang, Karawang — Peluang usaha budidaya ikan lele di wilayah Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Minggu, 10 Mei 2026, saat ini semakin menjanjikan. Tingginya permintaan pasar, terutama untuk kebutuhan program MBG, usaha marinasi, hingga kebutuhan konsumsi harian masyarakat, membuat stok lele di pasaran mengalami kekurangan cukup signifikan.
Melihat kondisi tersebut, Wawan selaku Ketua KORCAM Klari dari komunitas UMKM Karawang Enterpreneur Sejahtera mulai melakukan pemetaan para petani lele di wilayah Klari dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan guna menjaga kestabilan supply serta membuka peluang kolaborasi antarpetani budidaya lele di Karawang.
Menurut Wawan, saat ini permintaan lele sangat tinggi hingga mencapai sekitar satu ton per hari hanya dari satu titik permintaan saja. Namun kemampuan supply yang ada masih jauh dari kebutuhan pasar.
“Sekarang ini lele benar-benar langka. Harga di pasaran bahkan bisa tembus Rp35 ribu per kilogram. Ini menunjukkan bahwa peluang usaha budidaya lele masih sangat terbuka lebar,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, pemetaan petani dilakukan agar para pembudidaya bisa saling terhubung dan memperkuat jaringan distribusi. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan kebutuhan pasar bisa lebih terpenuhi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dalam proses mapping tersebut, Wawan juga melakukan silaturahmi ke salah satu petani sukses di wilayah Sumur Kondang, Klari, bernama H. Enjang. Meski baru menekuni usaha budidaya lele selama kurang lebih dua setengah tahun, perkembangan usahanya dinilai sangat pesat.
Saat ini H. Enjang telah memiliki 21 kolam bundar berdiameter 3 meter serta enam kolam pembenihan dan pemijahan. Bahkan kebutuhan pakan per bulan mencapai sekitar enam ton atau kurang lebih 200 karung.
Menariknya, H. Enjang mengungkapkan bahwa permintaan lele yang masuk kepadanya hampir mencapai satu ton per hari. Namun kapasitas produksinya baru mampu memenuhi sekitar enam ton per bulan. Artinya, masih terdapat kekurangan kebutuhan lele yang sangat besar di wilayah tersebut.
“Ini menjadi peluang besar bagi siapa saja yang ingin memulai usaha budidaya lele. Di usia yang tidak muda lagi pun kita masih bisa berkarya dan menghasilkan. Budidaya lele ini bisa menjadi tabungan masa depan,” ungkap H. Enjang.
Wawan juga menegaskan bahwa memulai usaha budidaya tidak hanya soal modal, tetapi juga membutuhkan ilmu dan pendampingan yang tepat. Karena itu dirinya membuka ruang diskusi bagi masyarakat yang ingin belajar budidaya lele mulai dari skala kecil hingga besar.
“Yuk mulai berusaha dari lingkungan rumah. Baik kecil maupun besar, semua bisa dimulai. Nanti kita bisa duduk bersama berdiskusi bagaimana cara budidaya lele yang baik dan benar supaya hasil panen lebih maksimal,” tambahnya.
Melalui semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, komunitas Karawang Enterpreneur Sejahtera berharap budidaya lele dapat menjadi salah satu sektor usaha unggulan yang mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Klari dan Kabupaten Karawang secara umum.
Dengan tingginya kebutuhan pasar saat ini, budidaya lele dinilai bukan hanya sekadar usaha sampingan, tetapi telah menjadi peluang bisnis yang sangat potensial untuk masa depan.