Seputarkarawang.com - Karawang, Angin segar berhembus bagi warga Kabupaten Karawang yang mendambakan transportasi massal berbasis rel. Rencana perpanjangan rute Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line hingga ke wilayah lumbung padi ini kini menunjukkan progres signifikan. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengungkapkan bahwa proyek strategis ini telah memasuki tahap tinjauan desain teknik terperinci atau Detail Engineering Design (DED) oleh pihak PT KAI.
Bupati Aep menjelaskan bahwa percepatan pembangunan ini didukung oleh penganggaran kegiatan review DED yang sudah turun pada tahun berjalan. Langkah ini merupakan fondasi awal sebelum pengerjaan fisik infrastruktur ketenagalistrikan dan jalur rel dilakukan. "KRL Karawang sudah ada anggaran kegiatan review DED di tahun sekarang. Alhamdulilah, ini perkembangan yang sangat positif dan saya pikir prosesnya akan berjalan cepat," ujar Aep pada Jumat (10/4/2026).
Dalam rancangan awal, Stasiun Karawang akan berfungsi sebagai titik pemberhentian utama bagi penumpang. Namun, untuk menunjang operasional jangka panjang, depo akhir serta unit servis sarana KRL direncanakan akan dibangun di Stasiun Cikampek. Pembangunan pembangkit listrik khusus KRL juga menjadi prioritas yang disampaikan dalam koordinasi terbaru guna memastikan suplai daya transportasi modern ini terpenuhi saat mulai beroperasi pada tahun 2028 mendatang.
Selain fokus pada rute, Pemkab Karawang juga tengah mempersiapkan penataan kawasan Stasiun Cikampek secara bertahap. Salah satu rencana besarnya adalah membuka akses ganda bagi calon penumpang, yakni dari sisi depan dan belakang stasiun, guna mengurai kemacetan dan memudahkan mobilitas masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan pengguna Commuter Line sejak dari area pintu masuk hingga ke peron keberangkatan.
Tak hanya soal transportasi, proyek konektivitas ini juga dirancang untuk menggerakkan sektor ekonomi lokal. Bersama PT KAI, Pemkab Karawang berkomitmen untuk menggandeng pelaku UMKM di sekitar area stasiun. Penataan lahan seperti di Pasar Plaza yang kini telah dikelola pemerintah daerah akan dioptimalkan sebagai pusat ekonomi terintegrasi bagi warga lokal. Hal ini selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Karawang tahun 2027 yang mengutamakan infrastruktur berkualitas dan merata.
Rencana kehadiran KRL ini diprediksi akan mengubah wajah transportasi Karawang secara menyeluruh, mengintegrasikan wilayah ini dengan jaringan megapolitan Jabodetabek secara lebih efisien. Kehadiran moda transportasi murah dan cepat ini diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi serta meningkatkan produktivitas masyarakat yang bekerja di luar daerah maupun bagi pendatang yang beraktivitas di kawasan industri Karawang.