BERITA

Iming-Iming Gaji Palsu, Delapan Pekerja Asal Rengasdengklok Terlantar di Sumatera Selatan dan Memohon Bantuan

Redaksi - Febry Ramadhan
03 May 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Sebanyak delapan warga asal Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, dilaporkan terlantar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Mereka diduga menjadi korban iming-iming lowongan kerja palsu sebagai buruh tebu setelah menerima tawaran upah tinggi yang disebarluaskan melalui media sosial.

ADVERTISEMENT

Kisah pilu para pekerja asal Karawang ini mencuat setelah beredar sebuah video singkat yang memperlihatkan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar mereka segera dipulangkan ke kampung halaman. Dalam video tersebut, para pekerja tampak menyampaikan kondisi yang memprihatinkan tanpa memiliki bekal uang yang cukup untuk bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

Peristiwa ini bermula ketika kedelapan warga tersebut menerima tawaran pekerjaan sebagai buruh tebu di wilayah Sumatera Selatan dari seseorang yang mereka kenal melalui media sosial. Mereka kemudian tergiur dengan janji upah yang sangat besar, yakni mencapai Rp420.000 per hari, angka yang jauh lebih besar dibandingkan penghasilan harian yang biasa mereka dapatkan di kampung.

ADVERTISEMENT

Dengan harapan bisa memperbaiki perekonomian keluarga, kedelapan warga Rengasdengklok tersebut pun berangkat ke Kabupaten Ogan Komering Ilir. Namun setibanya di lokasi, kenyataan yang dihadapi justru jauh berbeda dari janji awal yang diberikan oleh penyalur kerja tersebut.

ADVERTISEMENT

Alih-alih memperoleh penghasilan ratusan ribu rupiah per hari, mereka justru hanya mampu membawa pulang upah maksimal sekitar Rp60.000 per hari. Jumlah tersebut bahkan disebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, mengingat biaya makan harian di lokasi mencapai Rp70.000.

ADVERTISEMENT

Akibat situasi yang tidak seimbang ini, para pekerja tidak hanya gagal mengirimkan uang untuk keluarga di rumah, tetapi juga terpaksa berutang demi bisa makan. Beban kerja yang berat dan kondisi gizi yang buruk membuat fisik beberapa pekerja terus menurun hingga mulai jatuh sakit akibat kelelahan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data yang diterima, kedelapan warga tersebut terdiri dari enam warga Desa Rengasdengklok Utara dan dua warga Desa Rengasdengklok Selatan. Berikut adalah daftar lengkap warga Rengasdengklok yang membutuhkan bantuan:

ADVERTISEMENT

Warga Rengasdengklok Utara:

ADVERTISEMENT

Acep Fahrul

ADVERTISEMENT

Rehan

ADVERTISEMENT

Erwin

Nandika Gumilang

Indoh

Jihad

Warga Rengasdengklok Selatan:

Jamal

Bpk. Aang

Para pekerja secara khusus menyampaikan permohonan kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, pihak kecamatan, hingga pemerintah desa setempat agar segera turun tangan membantu proses pemulangan mereka. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap tawaran kerja dengan iming-iming gaji besar dari pihak yang tidak jelas dan hanya dikenal melalui media sosial.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar