BERITA

Danantara dan SK Plasma Kuatkan Ketahanan Kesehatan RI: Pabrik Obat Derivat Plasma Segera Hadir di Karawang

Redaksi - Admin
01 Nov 2025 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Badan pengelola investasi strategis pemerintah, Danantara Indonesia, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan bioteknologi terkemuka asal Korea Selatan, SK Plasma Co Ltd, dan anak perusahaannya di Indonesia, PT SKPlasma Core Indonesia. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor obat derivat plasma (Plasma-Derived Medicinal Products/PODP) dan memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional.

ADVERTISEMENT

Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan di Jakarta pada Kamis (31/10/2025). Langkah ini sejalan dengan penetapan sektor kesehatan sebagai salah satu dari delapan fokus investasi utama Danantara pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

Indonesia saat ini masih bergantung sepenuhnya pada impor untuk memenuhi kebutuhan PODP, yang sangat vital bagi pasien dengan penyakit langka dan kondisi kritis. Melalui kemitraan ini, Danantara dan SK Plasma berkomitmen untuk mengembangkan fasilitas manufaktur PODP berstandar global di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas produksi ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.

ADVERTISEMENT

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam strategi investasi nasional.

ADVERTISEMENT

“Penguatan ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor, khususnya di layanan kesehatan, adalah fokus utama kami. Kemitraan ini menggabungkan keahlian teknis SK Plasma dan investasi dari Danantara untuk meningkatkan kualitas perawatan, akses terapi inovatif, dan berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa pasien,” ujar Pandu Sjahrir dalam keterangan tertulis (1/11/2025).

ADVERTISEMENT

Selain pembangunan pabrik, kerja sama ini juga mencakup komitmen transfer teknologi dan pengetahuan. CEO SK Plasma, Kim Seung-joo, menyatakan bahwa perusahaannya akan memfasilitasi program pelatihan bagi tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan.

“Merupakan suatu kehormatan dapat berkolaborasi dengan Danantara Indonesia dalam memperkuat kapasitas kesehatan di Indonesia,” kata Kim Seung-joo.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi di bidang biofarmasi, mendukung agenda industrialisasi, serta mempercepat pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan Tanah Air.

Setelah penandatanganan MoU, kedua belah pihak akan melanjutkan dengan proses kajian mendalam (due diligence) sebelum eksekusi investasi, sesuai dengan koridor hukum dan ketentuan yang berlaku. Di masa depan, Danantara juga akan memprioritaskan investasi pada pengembangan layanan kesehatan, manufaktur, dan inovasi.

ADVERTISEMENT
Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar