Seputarkarawang.com - Karawang, Menjaga ketajaman memori seiring bertambahnya usia ternyata tidak hanya bergantung pada olahraga fisik atau pola makan bergizi saja. Berdasarkan riset terbaru yang dirilis pada Mei 2026, meluangkan waktu untuk menolong sesama minimal 2 jam dalam seminggu terbukti efektif menurunkan risiko penurunan kognitif dan kepikunan.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Social Science & Medicine ini menyoroti bahwa aktivitas kepedulian sosial memberikan stimulasi positif pada fungsi otak. Interaksi yang terjalin saat membantu orang lain mampu menekan laju penurunan memori akibat penuaan alami hingga belasan persen.
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kegiatan tolong-menolong tidak selalu harus berfokus pada pekerjaan fisik yang berat atau program sukarela resmi. Dampak positif ini juga berlaku untuk berbagai bentuk bantuan informal di lingkungan tempat tinggal.
Salah satu bentuk bantuan informal tersebut adalah membantu meringankan beban tetangga sekitar, seperti membantu membersihkan halaman atau merawat tanaman. Kegiatan ini terbukti mampu membangun koneksi emosional yang baik di tengah masyarakat.
Selain itu, bentuk dukungan sosial lainnya yang bisa dilakukan adalah memberikan pendampingan keluarga. Anda dapat meluangkan waktu untuk mengantar kerabat, orang tua, atau anggota keluarga yang hendak pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Bentuk kepedulian sederhana lainnya adalah merawat anggota keluarga di rumah, seperti membantu menjaga anak atau cucu. Hal ini tidak hanya membantu orang tua di rumah agar memiliki waktu istirahat yang cukup, tetapi juga melatih ketajaman kognitif melalui interaksi sosial.
Temuan ini membuktikan bahwa dukungan emosional dan hubungan antar-manusia bukan sekadar interaksi sosial biasa, melainkan juga investasi jangka panjang bagi kesehatan mental. Dengan terus aktif membantu orang lain, otak mendapatkan stimulasi yang diperlukan untuk mencegah kepikunan di kemudian hari.
Pelaksanaan kegiatan sosial selama dua jam tersebut dinilai sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan rutinitas harian masing-masing individu. Melalui langkah sederhana ini, masyarakat paruh baya hingga lanjut usia dapat menjaga kebugaran kognitif mereka demi masa tua yang lebih sehat dan aktif.