Seputarkarawang.com - Karawang, Pemandangan berbeda terlihat di lingkungan Pemkab Karawang pada Selasa (31/3/2026) pagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, menjadi perbincangan hangat setelah kedapatan berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor, alih-alih mobil dinas. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk adaptasi nyata terhadap situasi geopolitik dunia yang memicu krisis energi, sekaligus menindaklanjuti arahan Bupati Aep Syaepuloh terkait kebijakan efisiensi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) Karawang.
Kepada awak media, Asep Aang menjelaskan bahwa jarak rumahnya yang sekitar 9 kilometer sangat memungkinkan untuk ditempuh dengan kendaraan roda dua. Dengan beralih dari mobil ke motor, ia mampu menghemat penggunaan BBM dari 5 liter menjadi hanya 1 liter per hari. "Ini adalah bagian dari adaptasi kita terhadap kebijakan efisiensi pusat. Jika pola penghematan ini diterapkan secara serentak oleh seluruh Kepala OPD dan ASN di Karawang, potensi penghematan anggaran daerah bisa mencapai angka fantastis, yakni Rp1 miliar," ungkap Sekda dengan optimis.
Kebijakan hemat energi ini tidak hanya sekadar imbauan, namun mulai diberlakukan secara sistematis bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Karawang. Bagi ASN yang rumahnya berjarak kurang dari 5 kilometer, didorong untuk menggunakan sepeda, sementara yang lebih dari 5 kilometer diarahkan menggunakan sepeda motor. Penggunaan mobil dinas kini dibatasi secara ketat, hanya diizinkan untuk kegiatan dinas luar daerah atau lokasi jauh di dalam Karawang dengan sistem carpooling (satu mobil untuk 4 orang), guna menekan operasional kendaraan yang tidak efektif.
Sebagai langkah konkret, Bupati Aep berencana menarik kendaraan dinas dari seluruh perangkat daerah untuk disimpan di Galeri Nyi Pager Asih selama tidak ada giat kedinasan luar kota yang mendesak. Area tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pool penyimpanan pusat kendaraan dinas guna memastikan aset daerah tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang memboroskan BBM. ASN kini mulai diarahkan untuk memanfaatkan alternatif transportasi lain, termasuk penggunaan sepeda listrik yang lebih ramah lingkungan untuk mobilitas harian di sekitar perkantoran.
Aksi "Ngantor Naik Motor" yang dilakukan Sekda Asep Aang ini menuai apresiasi luas karena dianggap sebagai simbol kesederhanaan dan kepedulian pejabat terhadap kondisi ekonomi global. Meskipun dilakukan penghematan energi secara besar-besaran, Asep Aang menegaskan bahwa standar pelayanan publik kepada masyarakat Karawang tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan terganggu. "Prinsipnya, pelayanan tetap berjalan maksimal, namun kita lakukan efisiensi di sisi energi demi menjaga beban fiskal daerah tetap stabil," pungkasnya di hadapan awak media.