EKONOMI

Stok Minyakita di Karawang Menipis, Harga di Pasar Tradisional Melampaui HET

Redaksi - Admin
05 Mar 2026 2 Menit Baca
Foto:

Seputarkarawang.com - Karawang, Kelangkaan minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita, kembali dikeluhkan oleh para pelaku usaha dan konsumen di wilayah Karawang, khususnya di kawasan Pasar Johar. Produk yang dirancang untuk menjaga stabilitas harga pangan ini kini mulai sulit ditemukan di rak-rak pedagang sembako dalam beberapa pekan terakhir.

ADVERTISEMENT

Pasokan Distributor Terhambat

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketersediaan komoditas subsidi ini kian terbatas akibat alur distribusi yang tidak merata. Beberapa pemilik toko sembako mengungkapkan bahwa mereka kini harus berupaya ekstra hanya untuk mendapatkan jatah stok dari agen atau distributor.

ADVERTISEMENT

Seorang pedagang berinisial ST (34) menyebutkan bahwa fluktuasi pasokan ini telah berlangsung selama beberapa waktu. Kondisi tersebut memaksa para pedagang untuk menyesuaikan harga jual agar tidak merugi, mengingat harga tebus di tingkat grosir juga mengalami kenaikan.

ADVERTISEMENT

“Barangnya sangat langka sekarang. Kalaupun ada, harga modalnya sudah tinggi, sehingga kami terpaksa menjual di atas harga yang ditentukan pemerintah demi menutup biaya operasional,” ungkap ST saat ditemui di lapaknya, Rabu (4/3/2026).

ADVERTISEMENT

Harga Eceran Tembus Rp20 Ribu

ADVERTISEMENT

Akibat kelangkaan ini, harga Minyakita di pasar lokal kini dibanderol sekitar Rp20.000 per liter. Angka ini menunjukkan deviasi yang signifikan dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan regulator. Bahkan, untuk kemasan dua liter, stok yang tersedia dibanderol mencapai Rp39.000, itu pun dengan jumlah yang sangat terbatas.

ADVERTISEMENT

Minimnya selisih harga antara minyak goreng subsidi dengan minyak goreng premium membuat sebagian masyarakat mulai beralih pilihan. Namun bagi warga dengan daya beli rendah, kenaikan harga ini tetap menjadi beban tambahan dalam pengeluaran rumah tangga.

ADVERTISEMENT

Harapan Normalisasi Distribusi dan Pengawasan

ADVERTISEMENT

Kelangkaan ini memicu kekhawatiran akan terjadinya efek domino terhadap harga kebutuhan pokok lainnya. Para pedagang berharap otoritas terkait, seperti Dinas Perdagangan, segera melakukan monitoring dan evaluasi terhadap rantai distribusi dari produsen hingga ke pasar.

ADVERTISEMENT

Langkah konkret sangat dibutuhkan untuk:

1. Menjamin ketersediaan stok secara konsisten di tingkat pengecer.

2m Melakukan pengawasan ketat terhadap praktik spekulasi harga di tingkat distributor.

3. Menormalisasi harga agar kembali sesuai dengan aturan HET demi melindungi hak konsumen kelas bawah.

Jika kendala distribusi ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan keresahan masyarakat akan terus meningkat seiring dengan sulitnya mendapatkan bahan pangan murah di tengah fluktuasi ekonomi saat ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar