EKONOMI

Peta Industri Bergeser, Karawang dan Subang Jadi Incaran Utama Investor China

Redaksi - Muhammad nur miroji
12 Mar 2026 2 Menit Baca
Foto: ilustrasi kawasan industri

Seputarkarawang.com - Karawang, Koridor timur Jawa Barat, yang meliputi Karawang, Purwakarta, hingga Subang, kini resmi menjadi pusat gravitasi baru bagi investasi manufaktur nasional. Pergeseran ini terjadi seiring dengan mulai jenuhnya lahan industri di wilayah Bekasi serta meroketnya harga tanah di kawasan penyangga Jakarta tersebut.

ADVERTISEMENT

Laporan terbaru dari Colliers Indonesia bertajuk “Eastern Greater Jakarta Corridor Momentum” mencatat bahwa minat investor asing, terutama dari China, terus mengalir deras ke wilayah ini. Karawang saat ini mendominasi penyerapan unit pabrik siap pakai (Standard Factory Buildings), sementara Subang dan Purwakarta menjadi sasaran utama bagi industri yang membutuhkan lahan skala besar (land hungry industries).

ADVERTISEMENT
Foto: ilustrasi kawasan industri

"Operasional perusahaan China di Indonesia saat ini masih berjalan stabil, namun untuk investor baru, mereka cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil langkah ekspansi," ujar Head of Industrial and Logistics Services Colliers Indonesia, Rivan Munansa, dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026). Ia menambahkan bahwa situasi geopolitik global di Timur Tengah turut memengaruhi pertimbangan para pemegang modal dalam mengatur rantai pasok mereka.

ADVERTISEMENT

Penguatan posisi koridor timur ini juga didorong oleh keberadaan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Patimban dan penetapan beberapa titik sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dukungan ini dinilai mampu mengubah hierarki logistik nasional, sehingga efisiensi distribusi barang tidak lagi hanya bertumpu pada Pelabuhan Tanjung Priok yang kian padat.

ADVERTISEMENT

Pemerintah optimistis bahwa dengan menjaga stabilitas politik dan memberikan insentif melalui KEK, Indonesia dapat menjadi pelabuhan aman bagi migrasi industri global. Kesiapan infrastruktur di Karawang dan Subang diharapkan mampu menjawab tantangan ketidakpastian ekonomi dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok manufaktur global.

ADVERTISEMENT

Sumber: Kompas.com

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar