BERITA

Kejar Target Stunting 14 Persen, Pemkab Karawang Andalkan Nutrisi Pangan Lokal untuk Ibu Hamil dan Balita

Redaksi - Wawan Helyawan
11 Apr 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi menetapkan target ambisius untuk menekan prevalensi stunting hingga menyentuh angka 14,08 persen pada tahun 2026. Wakil Bupati Karawang, Maslani, menegaskan bahwa pencapaian target ini merupakan bagian dari misi besar daerah dalam mewujudkan generasi sehat di masa depan. Langkah ini menjadi prioritas utama guna memastikan anak-anak di Karawang memiliki daya saing yang kuat melalui pertumbuhan fisik dan kognitif yang optimal.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah konkret, Pemkab Karawang telah memulai gerakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan mengoptimalkan potensi bahan pangan lokal. Program intervensi gizi ini secara spesifik menyasar ibu hamil dan balita sebagai kelompok prioritas yang memerlukan asupan nutrisi segera. Penggunaan bahan pangan lokal dipilih karena ketersediaannya yang melimpah serta mengandung nutrisi esensial yang sangat dibutuhkan selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

ADVERTISEMENT

Strategi ini selaras dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memprioritaskan penurunan angka gangguan pertumbuhan anak secara masif di seluruh wilayah Jawa Barat pada 2026. Maslani menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketepatan sasaran di lapangan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah agar tidak sekadar menjalankan agenda rutin, melainkan harus memastikan kualitas bantuan gizi benar-benar terjaga hingga ke tangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Kita harus serius menangani gizi balita,” tegas Maslani dalam keterangan resminya di Karawang, Jumat (10/4/2026). Hingga awal tahun ini, angka stunting di Karawang tercatat masih berada di level 17,6 persen. Selisih inilah yang ingin dikejar melalui perbaikan status kesehatan yang bersifat permanen, sehingga tidak hanya sekadar mengejar kenaikan berat badan sesaat, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup anak secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

Secara teknis, stunting merupakan gangguan perkembangan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar (-2 SD) kurva pertumbuhan WHO. Jika tidak ditangani sejak dini, dampaknya bisa bersifat permanen terhadap metabolisme dan kecerdasan anak. Oleh karena itu, edukasi mengenai pola asuh dan pola makan menjadi pilar penting dalam gerakan yang sedang digalakkan ini.

ADVERTISEMENT

Selain intervensi pada balita, Pemkab Karawang juga memperluas jangkauan program kepada calon pengantin dan ibu hamil guna melakukan pencegahan sejak masa pra-konsepsi. Langkah preventif ini diambil untuk memutus siklus gagal tumbuh sejak dari akar masalahnya. Dengan sinergi antara pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal bergizi, Karawang optimistis target penurunan stunting nasional dapat tercapai tepat waktu.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar