Seputarkarawang.com - Karawang, Layanan pengaduan masyarakat "Tanggap Karawang" mencatatkan performa impresif dengan total laporan yang masuk mencapai lebih dari 26 ribu aduan sejak pertama kali diluncurkan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang, Poltak Sahat Marundut Toruan, mengungkapkan bahwa setiap harinya ratusan aspirasi warga masuk melalui berbagai kanal digital, mulai dari media sosial hingga aplikasi WhatsApp. Akumulasi laporan ini menjadi bukti bahwa masyarakat kini semakin proaktif dalam mengawasi jalannya pembangunan dan pelayanan publik di wilayah lumbung industri tersebut, Selasa (31/3/2026).
Diskominfo Karawang berperan sentral sebagai penghubung sekaligus pemantau yang meneruskan setiap keluhan kepada dinas terkait secara real-time. Poltak menjelaskan bahwa timnya bekerja sangat proaktif dengan melakukan evaluasi rutin setiap minggu untuk memastikan setiap laporan ditindaklanjuti. Perkembangan penanganan aduan ini juga dilaporkan secara berkala kepada Bupati Karawang, termasuk mendata instansi mana saja yang cepat merespons maupun yang masih lamban dalam menangani keluhan warga di lapangan.
Berdasarkan rekapitulasi data, persoalan infrastruktur masih menjadi primadona laporan masyarakat, khususnya terkait jalan rusak dan berlubang yang menjadi kewenangan Dinas PUPR. Selain masalah fisik jalan, pengaduan di bidang kesehatan serta kemacetan lalu lintas yang ditujukan kepada Dinas Perhubungan juga menempati urutan tertinggi. Tingginya angka laporan ini menunjukkan bahwa masyarakat Karawang kini sudah sangat akrab dan merasa terbantu dengan kehadiran platform Tanggap Karawang sebagai solusi cepat atas permasalahan lingkungan mereka.
Meskipun respon masyarakat sangat positif, Poltak mengakui bahwa tidak semua laporan dapat diselesaikan secara instan dalam hitungan jam. Untuk aduan ringan seperti tumpukan sampah atau pohon tumbang, penanganan biasanya relatif cepat karena melibatkan unit reaksi cepat. Namun, untuk proyek strategis berskala besar seperti perbaikan jembatan atau pembangunan jalan baru, dibutuhkan proses birokrasi, ketersediaan anggaran, serta waktu pengerjaan yang lebih panjang sehingga masyarakat diminta untuk tetap bersabar mengikuti prosedur yang berlaku.
Kehadiran Tanggap Karawang diharapkan terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan. Dengan percepatan penanganan yang terus diperbaiki, Diskominfo berkomitmen untuk menjadikan Karawang sebagai kabupaten yang responsif terhadap setiap dinamika warganya. "Masyarakat sudah mulai familiar dengan layanan ini, sehingga penanganan berbagai kendala di lapangan bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat dan terukur," pungkas Poltak optimis.