Seputarkarawang.com - Karawang, Pelaksanaan malam takbiran di Kabupaten Karawang, khususnya di sepanjang jalur Bypass (Jalan Ahmad Yani) hingga Resinda, menuai sorotan tajam akibat pergeseran esensi religius. Berdasarkan pantauan di lapangan pada malam Idul Fitri, mayoritas rombongan konvoi kendaraan bak terbuka tidak lagi mengumandangkan gema takbir, melainkan memutar musik DJ remix dengan volume tinggi. Fenomena ini berbanding terbalik dengan upaya Bupati Karawang yang tengah menyelenggarakan Lomba Bedug resmi guna menjaga tradisi dan kekhusyukan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
Kondisi jalur protokol tersebut semakin memprihatinkan dengan temuan visual adanya sekelompok pemuda yang melakukan aksi eksibisionis di atas truk. Para oknum tersebut terekam hanya mengenakan popok bayi (diapers) dan bertelanjang dada sambil berjoget di tengah keramaian lalu lintas. Minimnya lantunan kalimat Thayyibah dari ribuan peserta takbir keliling ini memicu kemarahan warga pengguna jalan. "Sangat miris, bukannya takbiran malah putar musik DJ kencang-kencang, ditambah lagi ada yang cuma pakai popok di atas truk. Ini melecehkan malam takbiran dan bikin macet total di putaran Resinda tanpa ada petugas yang mengatur," keluh salah satu pengendara motor, Ahmad (32), yang terjebak di lokasi.
Kinerja Satpol PP Karawang dalam menegakkan Perda Ketertiban Umum (Tibum) kini dihujani kritik tajam karena dinilai "mandul" dalam menjalankan fungsinya di lapangan. Ribuan peserta konvoi yang memicu kemacetan total di putaran (u-turn) arah Resinda terpantau dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya penguraian arus, padahal Sekda Karawang telah menginstruksikan pengawasan ketat. Hingga berita ini diturunkan, pihak Satpol PP Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait minimnya tindakan dan absennya personel di titik vital tersebut meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk mengevaluasi efektivitas pengamanan malam takbiran guna menjamin kamtibmas dan marwah kota yang agamis. Diperlukan tindakan hukum represif bagi oknum yang melanggar etika publik serta sanksi internal bagi jajaran Satpol PP yang dianggap lalai menjalankan mandat pengamanan di jalur Bypass-Resinda. Warga berharap adanya langkah konkret agar gema takbir kembali menjadi identitas utama dalam perayaan hari besar keagamaan di Karawang tanpa gangguan suara DJ yang provokatif.