Seputarkarawang.com - Karawang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sukses membangkitkan kerinduan masyarakat terhadap tradisi lokal dengan menggelar Festival Ngadulag dan Takbir Keliling pada Jumat (20/3/2026) malam. Acara yang dipusatkan di Jalan Ahmad Yani, depan Kantor Bupati Karawang, ini menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati lokasi untuk merayakan malam kemenangan Idul Fitri 1447 Hijriyah. Festival ini menandai kembalinya syiar Islam tradisional yang sempat vakum selama puluhan tahun di tanah pangkal perjuangan.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan yang kini dikemas lebih merata. Berbeda dari tahun sebelumnya, festival tahun ini dibagi ke dalam tiga titik utama, yaitu kawasan Pemda Karawang, Cikampek, dan Tirtajaya, guna memecah penumpukan massa dan memudahkan partisipasi dari 30 kecamatan. "Alhamdulillah, melalui dulag atau bedug ini kita kembalikan tradisi. Karawang bukan hanya lumbung padi dan kota industri, tapi juga daerah religius dengan lebih dari 500 pesantren," ujar Aep dalam sambutannya yang disambut antusiasme warga.
Semangat melestarikan budaya asli terlihat jelas dari para peserta, salah satunya kelompok Limas Kencleng perwakilan Kecamatan Telukjambe Barat. Udin Puyuh, sang koordinator, mengungkapkan kebanggaannya dapat menampilkan konsep ngadulag yang murni menggunakan alat tradisional seperti pohon gebang dan kohkol tanpa sentuhan alat musik modern. Menurutnya, festival ini merupakan angin segar yang mengubah kebiasaan takbir keliling liar menjadi lebih terorganisir, tertib, dan penuh makna sebagaimana yang pernah ia rasakan pada era 90-an.
Festival yang memperebutkan total hadiah jutaan rupiah ini dinilai juri berdasarkan kreativitas dan keaslian instrumen yang ditampilkan masing-masing kecamatan. Dengan pembagian zonasi wilayah, Pemkab Karawang berhasil menciptakan suasana malam takbiran yang meriah namun tetap kondusif dan terkendali (kamtibmas). Harapannya, Festival Ngadulag ini tidak hanya menjadi hiburan musiman, tetapi menjadi identitas tetap yang memperkuat kerukunan serta kearifan lokal masyarakat Karawang di masa depan.