Seputarkarawang.com - Karawang, Federasi Mahasiswa Islam (FMI) Kabupaten Karawang mengambil langkah cepat untuk memberikan pendampingan terhadap 8 warga Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang menjadi korban penipuan lowongan kerja fiktif. Para korban yang saat ini masih tertahan dan dalam kondisi memprihatinkan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus diupayakan agar dapat segera dipulangkan.
Kasus ini bermula ketika para korban menghubungi rekan mereka di Karawang secara langsung untuk meminta pertolongan darurat. Mereka mengaku terjebak akibat iming-iming upah tinggi di luar daerah melalui media sosial, yang ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga kini kehabisan bekal untuk makan maupun biaya transportasi.
Setelah menerima aduan darurat tersebut, perwakilan dari rekan korban segera mengambil tindakan dengan berkoordinasi bersama pengurus FMI Karawang. Langkah advokasi cepat segera dilakukan agar para korban mendapatkan perlindungan sebelum kondisi fisik dan mental mereka semakin memburuk di perantauan.
Ketua Umum FMI Karawang, Febry Ramadhan, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan secara langsung dan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. FMI Karawang berkomitmen penuh untuk memastikan hak-hak para korban terpenuhi dan dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga mereka di Rengasdengklok.
"Kami menerima laporan langsung dari sahabat korban dan langsung merespons dengan menyusun langkah advokasi. Kami berkomitmen mengawal proses ini hingga seluruh korban berhasil kembali ke kampung halaman," ujar Febry.
Sebagai tindak lanjut, koordinasi intensif telah dibangun bersama jajaran Pemerintah Desa Rengasdengklok Selatan dan Pemerintah Desa Rengasdengklok Utara. Langkah ini dilakukan untuk memverifikasi data kependudukan para korban agar proses administrasi penjemputan dapat berjalan lancar.
Selain koordinasi di tingkat desa, penanganan kasus ini juga telah di-follow up langsung ke tingkat Kecamatan Rengasdengklok. Langkah lanjutan bersama pemerintah kecamatan tersebut ditujukan untuk menjembatani komunikasi dengan instansi terkait agar proses pemulangan dapat segera terealisasi.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi warga Karawang agar selalu waspada terhadap berbagai tawaran lowongan kerja di luar pulau yang mencurigakan. FMI Karawang berharap sinergi yang solid antara pemerintah desa, kecamatan, dan organisasi kemasyarakatan dapat mempercepat proses kepulangan 8 warga tersebut.