BERITA

Ketua DPD PKS Karawang Serukan Kepedulian Pendidikan dan Kesehatan Mental Anak

Redaksi - Admin
06 Feb 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Insiden meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri dan dikaitkan dengan keterbatasan perlengkapan sekolah, menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Peristiwa tersebut dinilai sebagai refleksi masih adanya ketimpangan akses kebutuhan dasar pendidikan serta lemahnya sistem deteksi dini terhadap tekanan psikososial anak.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Karawang, Adin, menegaskan bahwa tragedi ini harus dijadikan alarm nasional bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga elemen masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Ini bukan semata soal perlengkapan sekolah. Ini tentang kepekaan sosial kita bersama. Jangan sampai anak-anak menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab kolektif,” ujar Adin, Rabu (7/2).

ADVERTISEMENT

Menurut Adin, masih minimnya sistem pemantauan sosial yang aktif di tingkat desa dan kelurahan menjadi salah satu celah yang perlu segera diperbaiki. Padahal, keberadaan RT, RW, sekolah, serta organisasi kemasyarakatan seharusnya mampu berperan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi maupun tekanan mental.

ADVERTISEMENT

Ia mengingatkan bahwa tanpa kepedulian dan langkah preventif, kejadian serupa berpotensi terjadi di daerah lain, termasuk di Kabupaten Karawang.

ADVERTISEMENT

“Partai politik tidak boleh hadir secara simbolik. Kami mendorong seluruh jajaran untuk turun langsung ke masyarakat, mendata, dan memastikan tidak ada anak yang putus sekolah atau mengalami tekanan hanya karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adin menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif pemerintah daerah dalam memastikan program bantuan pendidikan berjalan tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar administratif di atas kertas. Ia juga menilai sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk kepedulian bersama, Adin membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong program-program pendidikan berbasis komunitas yang mampu menjangkau anak-anak rentan, sekaligus memperkuat dukungan terhadap kesehatan mental anak.

Di sisi lain, para pemerhati anak juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi emosional anak dan remaja. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku serta segera melibatkan keluarga, sekolah, dan tenaga profesional apabila ditemukan indikasi tekanan mental yang berat.

Tragedi di NTT menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan dan pendampingan psikososial dapat berdampak serius. Kehadiran negara dan seluruh elemen masyarakat diharapkan tidak hanya muncul setelah peristiwa terjadi, tetapi hadir lebih awal sebagai bentuk perlindungan nyata bagi masa depan anak bangsa.

ADVERTISEMENT
Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar