BERITA

FSPI dan Yayasan UMKM KERSA Jalin Kolaborasi, Dorong Karyawan Aktif Berwirausaha

Redaksi - Muhammad nur miroji
02 May 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Upaya mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pekerja terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Federasi Serikat Pekerja Islam (FSPI) dan Yayasan UMKM KERSA. Kegiatan silaturahmi dan diskusi yang digelar pada 1 Mei 2021 di Sekretariat KERSA, Jl. Sawo No. 5 RT 01/RW 11, Karawang, ini berfokus pada pengembangan potensi wirausaha bagi karyawan yang masih aktif bekerja di perusahaan. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk membantu para pekerja agar tidak hanya bergantung pada penghasilan tetap, tetapi juga mampu membangun sumber pendapatan tambahan melalui usaha mandiri.

ADVERTISEMENT

Sekretaris FSPI, Wawan, menyampaikan bahwa antusiasme anggota cukup tinggi, terutama pada sektor budidaya ikan lele yang dinilai memiliki prospek sangat menjanjikan. Menurutnya, banyak anggota yang tertarik mengembangkan bisnis lele karena dapat dimulai dari skala kecil, tidak memakan tempat, serta memiliki perputaran modal yang relatif cepat. Potensi inilah yang diharapkan mampu menjadi roda penggerak ekonomi baru bagi keluarga para pekerja di tengah tantangan ekonomi saat ini.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pemaparan dari Yayasan UMKM KERSA disampaikan oleh Lutfi selaku sekretaris KERSA. Ia menjelaskan profil lembaga, visi dan misi, serta program prioritas yang berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pendampingan usaha. Lutfi menekankan bahwa untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan, pemahaman mengenai manajemen usaha dan legalitas sangat diperlukan.

ADVERTISEMENT
Foto: Istimewa

Dalam kesempatan tersebut, Lutfi juga menyoroti pentingnya kelengkapan administrasi sebagai fondasi utama bagi keberlangsungan dan pengembangan usaha. Saat ini, Yayasan UMKM KERSA menyediakan berbagai layanan pendampingan perizinan usaha yang mencakup sertifikasi halal, PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), serta HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus memastikan usaha berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Diskusi interaktif yang berlangsung selama kurang lebih empat jam ini juga menghadirkan sejumlah praktisi ahli yang berbagi pengalaman di berbagai bidang. Hadir dalam acara tersebut Idris selaku perwakilan kelompok peternak ayam petelur dan dosen Akademi Toyota Indonesia, Jun sebagai penggiat hidroponik sekaligus advokat, serta Wawan yang merupakan penggiat budidaya lele. Para narasumber tersebut membuka peluang kolaborasi lanjutan di sektor peternakan, budidaya, dan pertanian modern yang dinilai sangat potensial bagi pekerja.

ADVERTISEMENT

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembentukan kelompok-kelompok usaha di berbagai wilayah. Ke depan, diskusi lanjutan akan difokuskan pada penguatan struktur kelompok serta implementasi program secara konkret. Melalui sinergi ini, FSPI diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi, sementara Yayasan UMKM KERSA berperan sebagai pusat pembinaan, edukasi, dan pendampingan UMKM bagi masyarakat.

Foto: Istimewa
Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar