Seputarkarawang.com - Karawang, Puncak arus mudik Lebaran 1447 H di jalur bebas hambatan mencapai titik nadir pada Rabu (18/3/2026) malam hingga Kamis dini hari. Kemacetan horor melanda Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) hingga Tol Jakarta-Cikampek, di mana ribuan kendaraan terjebak dalam kepadatan yang nyaris tidak bergerak. Bahkan, perjalanan menuju Rest Area KM 39 Karawang yang biasanya ditempuh dalam hitungan menit, kini memakan waktu hingga lima jam.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan sudah mulai mengular sejak KM 19 Grand Wisata Tambun hingga masuk wilayah Karawang. Ribuan pemudik yang berangkat sejak pukul 22.00 WIB baru bisa menyentuh wilayah Karawang pada pukul 03.00 WIB, Kamis (19/3/2026) dini hari, tepat saat waktu sahur tiba.
"Kondisi di atas (MBZ) benar-benar padat merayap. Kecepatan kendaraan hanya berkisar 20–30 km/jam. Mau masuk rest area pun perjuangan luar biasa karena kapasitas sudah meledak, bahkan banyak yang terpaksa berhenti di bahu jalan," ungkap salah satu tim peliput di lapangan.
Guna mengurai kemacetan ekstrem ini, pihak Jasa Marga atas diskresi Kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa Contraflow. Awalnya contraflow diberlakukan dari KM 47, namun karena volume kendaraan yang terus membludak, petugas memperpanjang jalur contraflow mulai dari KM 38 Cikarang hingga KM 70 arah Cikampek sejak Rabu dini hari.
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengonfirmasi bahwa peningkatan volume kendaraan arah Cikampek terjadi sangat signifikan. Pihaknya mengimbau pemudik untuk membawa bekal makanan yang cukup guna menghindari antrean panjang di rest area yang sudah tidak mampu menampung kendaraan.
Bagi pemudik yang hendak melintasi tol arah Karawang, disarankan untuk memantau aplikasi Travoy atau menghubungi Call Center 14080 guna mendapatkan update real-time. Pastikan saldo e-Toll dan bahan bakar dalam posisi penuh sebelum naik ke jalur layang MBZ untuk menghindari risiko mogok di tengah kemacetan panjang.