Seputarkarawang.com - Karawang, Puncak arus mudik Lebaran 1447 H di wilayah Kabupaten Karawang mencapai titik jenuh. Pada Kamis (19/3/2026) siang, kemacetan parah melumpuhkan jalur arteri Pantura dengan antrean kendaraan yang mengular hingga 20 kilometer, mulai dari Jalan Lingkar Tanjungpura hingga arah Cikampek. Kondisi "stuck" ini memaksa ribuan pemudik mobil pribadi dan motor mulai beralih memadati jalur alternatif via Lamaran-Telagasari-Cilamaya.
Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan kendaraan roda dua dan roda empat hanya bisa bergerak merayap. Dominasi pemudik asal Jakarta dan Bekasi yang hendak menuju Jawa Tengah terjebak di pusat kemacetan Tanjungpura. Guna menghindari penumpukan yang lebih parah, petugas di lapangan mulai mengarahkan sebagian arus kendaraan menuju rute pelarian di simpang Lamaran.
"Tadi di Tanjungpura benar-benar nggak gerak, Mas. Akhirnya mutusin buat 'buang' ke jalur dalam lewat Cilamaya. Biar muter agak jauh sedikit, yang penting roda tetap muter daripada habis bensin di macet," ujar Aris, pemudik asal Jakarta tujuan Pemalang saat ditemui di jalur Telagasari.
Rute alternatif Lamaran – Telagasari – Cilamaya – Cikalong kini menjadi primadona bagi pemudik yang ingin menembus perbatasan Karawang-Subang tanpa harus melewati kemacetan di Jomin atau Simpang Mutiara. Meski volume kendaraan di jalur "tikus" ini mulai meningkat, arus lalu lintas terpantau jauh lebih lancar dibandingkan jalur utama Pantura yang nyaris tak bergerak.
Personel kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang tampak bersiaga penuh di setiap persimpangan krusial untuk mengatur ritme kendaraan secara manual. Para pemudik diimbau untuk tetap waspada saat melintasi jalur alternatif yang cenderung lebih sempit dan minim penerangan di beberapa titik. Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki puncak arus mudik yang diprediksi akan terus meledak hingga malam nanti.