EKONOMI

Emas Melejit Lagi! Borong Saat Harga Turun, Bandar Targetkan Emas Tembus US$ 5.000 per Ons Tahun Ini

Redaksi - Febry Ramadhan
28 Mar 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Harga emas dunia kembali menunjukkan "taringnya" dengan melonjak hampir 3 persen pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026). Kenaikan tajam ini dipicu oleh aksi beli besar-besaran oleh para investor dan "bandar" yang memanfaatkan momentum koreksi harga di awal pekan. Berdasarkan data Refinitiv, emas kini bertengger di posisi US$ 4.492,48 per troy ons, melesat 2,6% hanya dalam satu hari.

ADVERTISEMENT

Loncatan harga ini menjadi angin segar setelah sebelumnya emas sempat ambruk 2,8% pada Kamis (26/3). Para analis menyebut kondisi ini sebagai peluang emas bagi "investor cerdas". "Penurunan harga baru-baru ini menciptakan peluang luar biasa karena pasar sempat terkoreksi di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Ini adalah waktu terbaik untuk menambah posisi," ungkap Daniel Pavilonis, analis senior dari RJO Futures.

ADVERTISEMENT

Konflik Timur Tengah & Efek Domino Global

ADVERTISEMENT

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya hubungan panas antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi motor utama penggerak harga. Meskipun Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi Iran terkait Selat Hormuz, ketegangan yang memasuki minggu keempat ini telah memicu lonjakan harga energi. Minyak dunia kini tertahan di atas US$ 110 per barel, yang secara otomatis mengerek inflasi global dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven).

ADVERTISEMENT

Proyeksi Harga: Menuju Rekor Baru US$ 5.000

ADVERTISEMENT

Menariknya, lembaga keuangan besar seperti Commerzbank justru menaikkan proyeksi harga emas mereka. Target akhir tahun 2026 yang sebelumnya dipatok US$ 4.900 kini dinaikkan menjadi US$ 5.000 per troy ons. Optimisme ini didasari pada ekspektasi bahwa perang akan mereda di musim semi, yang berpotensi membuat Bank Sentral AS (The Fed) kembali melunakkan kebijakan suku bunganya di akhir tahun.

ADVERTISEMENT

Aksi Borong di Pasar Asia

ADVERTISEMENT

Penurunan harga di awal pekan juga memicu gairah beli di pasar fisik, terutama di India. Sementara itu, cadangan emas Bank Sentral Turki mencatat penurunan signifikan akibat dampak konflik tersebut. Di Indonesia, fenomena "serok bawah" oleh para pemain besar atau bandar disinyalir menjadi penyebab utama harga emas spot cepat memantul kembali (rebound) setelah menyentuh level terendah empat bulan di US$ 4.097,99.

Bagi warga Karawang yang berinvestasi di logam mulia, fluktuasi ini menjadi pengingat penting untuk selalu memantau dinamika global. Dengan inflasi yang masih mengintai, emas tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar