Seputarkarawang.com - Karawang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mulai serius menggarap proyek ambisius pengolahan sampah menjadi energi terbarukan. Tahun ini, anggaran sebesar Rp10 miliar telah disiapkan khusus untuk pembangunan turap serta pematangan lahan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang. Langkah ini merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi daerah guna mengajukan program pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ke Pemerintah Pusat.
Katim Pelayanan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, Agung, menjelaskan bahwa pematangan lahan menjadi aspek krusial dalam mendukung kesiapan infrastruktur sebelum teknologi pengolahan sampah modern tersebut dapat direalisasikan. "Pematangan lahan ini merupakan bagian dari persyaratan utama dalam pengajuan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui pemerintah pusat," ujar Agung saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).
Proses administrasi proyek bernilai miliaran ini dijadwalkan segera memasuki tahap krusial. Tahapan lelang proyek pembangunan turap dan pematangan lahan tersebut direncanakan berlangsung pada akhir April hingga awal Mei 2026. Jika seluruh proses berjalan lancar, pengerjaan fisik di lapangan diperkirakan dapat mulai dilaksanakan pada awal Juni mendatang setelah seluruh tahapan administrasi terpenuhi.
Selain mengejar restu pusat untuk proyek listrik, Pemkab Karawang juga telah menyiapkan "Rencana B" guna mengatasi darurat sampah di wilayahnya. Jika pengajuan pengolahan menjadi tenaga listrik belum mendapatkan lampu hijau, pemerintah akan menempuh metode Refuse Derived Fuel (RDF). Metode ini dinilai tetap efektif dan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dengan mengolahnya menjadi bahan bakar alternatif.
Kesiapan teknis di TPAS Jalupang ini diharapkan menjadi solusi permanen atas persoalan sampah di Karawang yang terus meningkat setiap tahunnya. Dengan dukungan anggaran Rp10 miliar, DLH Karawang optimistis TPAS Jalupang tidak lagi hanya menjadi tempat pembuangan akhir konvensional, melainkan pusat pengolahan limbah modern yang bernilai ekonomi bagi daerah.