Seputarkarawang.com - Karawang, Pelaksanaan Kirab Budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang menuai kritik tajam dari kalangan budayawan. Agenda besar yang mengusung tema Binokasih Mulang Salaka tersebut dinilai hanya mengejar kemeriahan visual semata, namun kehilangan esensi historis akibat penentuan rute yang dianggap tidak sesuai dengan jejak sejarah masa lalu.
Budayawan Karawang sekaligus Ketua Paguyuban dan Seniman Jawa Barat, Nace Permana, secara terang-terangan melayangkan kritik kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyebut penyusunan skenario perjalanan Kirab Mahkota Binokasih yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) mendatang dinilai asal-asalan dan tidak berakar pada peristiwa historis yang relevan.
Kritik utama Nace tertuju pada pemilihan titik keberangkatan kirab yang dimulai dari Horizon University Indonesia di Jalan Pangkal Perjuangan, Tanjung Pura, dan berakhir di Kantor Bupati Karawang. Menurutnya, lokasi tersebut sama sekali tidak memiliki keterikatan sejarah dengan jejak Eyang Prabu Siliwangi di wilayah Karawang.
Nace menegaskan, jika semangat yang diusung dalam acara ini adalah 'Napak Tilas Padjadjaran', seharusnya titik keberangkatan dimulai dari Masjid Agung Syekh Quro. Tempat tersebut merupakan saksi bisu peristiwa besar dalam sejarah Sunda, di mana Prabu Siliwangi pernah bertemu dengan Ibu Subang Larang pada abad ke-14.
Dalam catatan sejarah, kedatangan Prabu Siliwangi ke Karawang bertujuan untuk membubarkan pengajian Syekh Quro yang kala itu dikawal oleh panglima perang Muslim dari Dinasti Ming, Tiongkok, yaitu Laksamana Cheng Ho. Namun, sang raja justru terpikat oleh lantunan ayat suci Al-Qur'an dari Subang Larang, yang akhirnya berujung pada pernikahan dan keputusan beliau memeluk Islam.
Karena itu, Nace menyayangkan perhelatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ini terkesan dilakukan tanpa pemaknaan sejarah yang mendalam. Menurutnya, sebuah acara kebudayaan berskala besar yang digagas oleh Pemprov Jabar seharusnya tidak sekadar mengutamakan kemegahan visual tanpa diimbangi dengan akurasi narasi historis.
Terlepas dari kritik tersebut, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda diprediksi tetap akan menjadi tontonan kolosal yang menarik perhatian masyarakat mulai pukul 18.30 hingga 21.00 WIB. Mahkota Binokasih rencananya akan diarak menggunakan kereta kencana, didampingi oleh Gubernur Dedi Mulyadi serta Bupati Karawang yang akan menunggangi kuda.
Kemeriahan juga akan ditambah dengan penampilan tim kesenian Jajangkungan khas Karawang serta partisipasi delegasi seni dari 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Meski acara ini menyuguhkan kemegahan, para budayawan dan pemerhati budaya berharap pemerintah ke depannya dapat lebih jeli dalam memadukan aspek hiburan dengan pelestarian identitas Tatar Sunda yang berjiwa sejarah.