BERITA

Balita 1,5 Tahun di Karawang Tewas Penuh Luka Gigitan, Alibi "Jatuh" Ibu Kandung Terbongkar: Pelaku Diduga Pacar Sendiri!

Redaksi - Wawan Helyawan
17 Apr 2026 3 Menit Baca
Foto: Ilustrasi

Seputarkarawang.com - Karawang, Kasus kematian tragis Trialdo Pratama, balita berusia 1,5 tahun di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Karawang, menguak fakta memilukan. Korban yang akrab disapa Al tersebut menghembuskan napas terakhir pada Selasa (14/4/2026) dengan kondisi fisik yang mengenaskan. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi mata, bocah malang tersebut diduga kuat menjadi korban penganiayaan berat oleh R, pria yang merupakan kekasih dari ibu kandung korban, Norma. Tragedi ini kini menjadi sorotan tajam karena adanya kejanggalan pada tubuh korban yang tidak sesuai dengan alibi kecelakaan.

ADVERTISEMENT

Kecurigaan muncul saat Komalasari, ibu tiri korban, melihat langsung kondisi jenazah yang dipenuhi memar tak wajar saat dirujuk ke Rumah Sakit Hastien. Ia merinci adanya bekas kekerasan yang menyerupai gigitan manusia di bagian rahang kanan, bekas cubitan di paha kiri, serta lebam di dahi dan dada. Kontras dengan temuan tersebut, ibu kandung korban justru memberikan jawaban "tidak tahu" yang berulang-ulang, seolah menutupi fakta di balik hilangnya nyawa sang buah hati dalam perjalanan medis tersebut.

ADVERTISEMENT

Kesaksian mengejutkan juga datang dari tetangga kontrakan korban di Dusun Pejaten 3, Taswi. Ia mengaku sering mendapati luka lebam biru di tubuh Al setiap kali balita itu selesai diajak pergi oleh pacar ibunya. Taswi dengan tegas meragukan klaim ibu korban yang menyebut Al sering terjatuh, karena luka yang ada lebih identik dengan bekas gigi manusia. Kecurigaan ini diperkuat oleh Rosmiati, anak pemilik kontrakan, yang melihat kondisi terakhir korban mengeluarkan cairan kuning dari mulut dan uap dari hidungnya sebelum dinyatakan meninggal.

ADVERTISEMENT

Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa terduga pelaku, R, yang diketahui berasal dari Kabupaten Bekasi, sempat menjemput korban untuk diajak ke bengkel tempatnya bekerja pada hari kejadian. Tak lama setelah diajak pergi, Al dikabarkan kolaps dan dilarikan ke Klinik Azzahra hingga akhirnya meninggal dunia. Saat ini, warga setempat dikabarkan tengah memburu keberadaan R yang mendadak menghilang setelah kasus ini mencuat, sementara masyarakat mendesak kepolisian untuk segera melakukan penangkapan.

ADVERTISEMENT

Pihak Polres Karawang melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menyatakan bahwa kepolisian tengah menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan anak ini. Langkah penyelidikan mulai dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan mengecek bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk mengungkap motif di balik kekejaman ini, serta memastikan apakah ada unsur pembiaran dari pihak ibu kandung terhadap keselamatan anaknya.

ADVERTISEMENT

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di bawah umur yang melibatkan orang terdekat. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk lebih waspada dalam memberikan pengasuhan dan perlindungan. Jenazah balita Al kini telah disemayamkan, namun tuntutan akan keadilan terus mengalir dari masyarakat Karawang yang geram atas tindakan keji yang merenggut nyawa bocah yang belum mengerti apa-apa tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar