Seputarkarawang.com - Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama jajaran instansi vertikal resmi memberlakukan siaga satu terhadap potensi aksi kriminalitas selama musim haji 2026. Skema pengamanan di titik keberangkatan kini dirombak total guna mengantisipasi maraknya aksi pencurian dan sindikat copet yang kerap memanfaatkan momen keramaian. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan 1.783 calon jamaah haji asal Karawang dapat berangkat menuju tanah suci dengan perasaan aman dan tenang tanpa gangguan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Karawang, Aep Saepudin, menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas mutlak dalam pemberangkatan tahun ini. Sebanyak 1.783 jamaah yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter) dijadwalkan akan dilepas secara resmi di Islamic Center Karawang. Mengingat tingginya antusiasme warga yang ingin mengantar, risiko terjadinya tindak pidana seperti pencurian ponsel dan tas jinjing menjadi perhatian utama dalam dua kali rapat koordinasi lintas sektoral yang telah digelar.
Polres Karawang melalui jajaran Polsek Karawang Kota dilaporkan telah menyiapkan strategi khusus yang lebih taktis untuk memutus ruang gerak pelaku kejahatan. Meskipun detail teknis pengamanan dirahasiakan dari publik demi efektivitas di lapangan, petugas akan melakukan pengawasan ketat di zona-zona rawan sekitar area Islamic Center dan DKM Al-Jihad. Sinergi antara TNI, Polri, Satpol PP, hingga Subdenpom diperkuat melalui kanal komunikasi digital untuk merespons setiap potensi ancaman secara instan.
Selain pengetatan fisik di lapangan, keterlibatan dinas teknis seperti Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan Perumdam Tirta Tarum juga dioptimalkan untuk mengatur sirkulasi massa. Pengaturan arus lalu lintas dan tata letak area tunggu pengantar didesain ulang untuk mencegah terjadinya penumpukan massa yang terlalu padat (overcrowding). Pemkab Karawang menyadari bahwa kepadatan yang tidak teratur adalah celah terbesar bagi pelaku kriminal untuk melancarkan aksinya tanpa terdeteksi.
Kabag Kesra Aep Saepudin juga mengeluarkan imbauan keras kepada para calon jamaah dan keluarga pengantar untuk tidak memancing perhatian pelaku kejahatan. Masyarakat diminta untuk tidak mengenakan perhiasan yang mencolok serta atribut yang terlalu berlebihan saat berada di lokasi pemberangkatan. Kewaspadaan mandiri terhadap barang bawaan, terutama dokumen perjalanan penting dan perangkat elektronik, sangat ditekankan agar momen sakral ini tidak ternodai oleh peristiwa kehilangan.
Dengan persiapan yang lebih matang dan koordinasi yang solid melalui grup WhatsApp lintas instansi, Pemkab Karawang optimis prosesi haji tahun 2026 akan berjalan lebih kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat pun diharapkan kooperatif mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran ibadah haji. Pengetatan ini diharapkan mampu memberikan proteksi maksimal bagi para tamu Allah, mulai dari titik kumpul hingga mereka berangkat menuju embarkasi.