TRAVEL

Biaya Haji 2026 Naik Drastis Akibat Dolar Rp 17.000? Cek Penjelasan DPR dan Nasib Jemaah Karawang

Redaksi - Muhammad nur miroji
06 Apr 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Lonjakan kurs Dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level psikologis Rp 17.000 mulai memicu kekhawatiran besar terhadap kenaikan biaya haji 2026. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengungkapkan bahwa anggaran operasional haji tahun 1447 H berpotensi membengkak hingga Rp 1 triliun. Selain faktor pelemahan Rupiah, lonjakan harga avtur dunia yang naik hampir dua kali lipat menjadi penyebab utama perlunya penyesuaian anggaran dari kesepakatan awal Panitia Kerja (Panja) Haji DPR.

ADVERTISEMENT

Ketidakpastian ekonomi global ini memaksa pemerintah untuk memutar otak dalam mencari skema penutupan selisih biaya. Mengingat tidak adanya alokasi subsidi dari APBN, DPR kini tengah mengkaji ulang penggunaan dana manfaat yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Langkah ini sangat krusial guna memastikan keberlanjutan keuangan haji jangka panjang, sekaligus mencari solusi teknis bersama maskapai penerbangan agar jadwal keberangkatan jemaah tidak terganggu oleh volatilitas nilai tukar yang ekstrem.

ADVERTISEMENT

Kabar mengenai potensi biaya haji 2026 naik ini langsung menjadi sorotan hangat bagi ribuan calon jemaah asal Kabupaten Karawang. Sebagai salah satu wilayah dengan kuota pemberangkatan terbesar di Jawa Barat, setiap perubahan kebijakan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) sangat sensitif bagi warga lokal. Calon jemaah di Karawang, yang didominasi oleh kalangan buruh industri, petani, dan ASN, kini menanti kepastian terkait nominal pelunasan haji agar tidak memberatkan kondisi finansial keluarga di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

Merespons keresahan tersebut, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan komitmennya untuk melindungi kantong jemaah. Pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar kenaikan biaya akibat harga avtur maupun kurs dolar tidak dibebankan sebagai tambahan setoran jemaah. "Insya Allah, kita berupaya tidak akan menambah biaya kepada jemaah. Itu upaya kita," tegasnya. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi jemaah di Karawang yang sangat mengharapkan skema subsidi haji yang tepat sasaran dari pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

Transparansi mengenai angka pelunasan haji 2026 kini menjadi kunci utama untuk menjaga kondusivitas di tingkat daerah. Masyarakat Karawang diimbau untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi dari Kementerian Haji serta BPKH guna menghindari informasi simpang siur. Keberhasilan pemerintah dalam meredam dampak kenaikan dolar ini akan menjadi penentu ketenangan batin bagi para tamu Allah dari wilayah lumbung industri Karawang yang telah bertahun-tahun menanti momen suci keberangkatan ke Tanah Suci.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar