Seputarkarawang.com - Karawang, Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang kini tengah bersiap menyambut nahkoda baru di tingkat fakultas dan program studi. Proses seleksi Dekan dan Ketua Program Studi (Kaprodi) untuk periode 2026–2030 telah resmi berjalan dan kini memasuki tahapan krusial, yakni uji kelayakan. Langkah ini diambil guna memastikan estafet kepemimpinan di kampus tersebut berjalan sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan.
Ketua Seleksi, Dr. Yuniar Rahmatiar, SH., MH., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian proses telah dilaksanakan secara sistematis dan sesuai jadwal. Dimulai dari sosialisasi ke seluruh fakultas pada pertengahan April, tahap pendaftaran, hingga verifikasi administrasi yang ketat. Menurutnya, proses yang transparan ini merupakan komitmen universitas dalam menjaring calon pimpinan yang memiliki integritas dan visi akademik yang kuat.
Puncak dari proses seleksi ini ditandai dengan uji kelayakan yang melibatkan jajaran Wakil Rektor serta pengurus Yayasan Buana Perjuangan Peduli (YBPP) Karawang. Pada 23 April 2026, para calon mengikuti uji lanjutan di Resinda Hotel yang dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan, Dr. Yanti Tayo, S.Psi., M.I.Kom, dan Ketua Pengawas Yayasan, H. Mulya Setiawan, S.IP., M.Sc. Keterlibatan pihak yayasan menegaskan pentingnya penyelarasan visi antara manajemen universitas dan pemilik kebijakan.
Hasil dari rangkaian seleksi tersebut telah diserahkan secara resmi kepada Rektor UBP Karawang, Dr. Budi Rismayadi, SE., MM, pada 24 April 2026. Data ini akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi Rektor dalam menentukan siapa saja yang layak menduduki posisi strategis di lingkungan fakultas. Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan membutuhkan pemimpin yang adaptif dan inovatif.
Bersamaan dengan proses seleksi ini, Rektor juga telah mengukuhkan pimpinan lembaga untuk periode yang sama. Nama-nama seperti Prof. April Lia Hananto (Ketua LPPM), Dr. Ir. N. Neni Triana (Ketua LPM), dan Dr. Afif Hakim (Ketua SPI) kini resmi memimpin posisinya masing-masing. Langkah ini melengkapi struktur organisasi setelah sebelumnya jajaran Wakil Rektor dilantik pada awal April untuk memperkuat manajemen internal kampus.
Secara keseluruhan, Dr. Yuniar menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dijalankan dengan prinsip objektif dan profesional. Hal ini dilakukan demi menghasilkan pimpinan berkualitas yang mampu membawa UBP Karawang bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang semakin maju dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Kini, civitas akademika menanti pengumuman resmi penetapan pimpinan baru tersebut.