BERITA

Momen Pelantikan Rektor UBP Diwarnai Aksi Demo, Mahasiswa Desak Evaluasi Dosen Arogan dan Intimidatif

Redaksi - Muhammad nur miroji
09 Apr 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Suasana khidmat pelantikan Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang berubah menjadi panggung protes mahasiswa pada Kamis (9/4/2026). Aliansi Mahasiswa Pemuda Pangkal Perjuangan (AMPPERA) menggelar aksi unjuk rasa guna menyuarakan keresahan terkait dugaan intimidasi, pembatasan ruang gerak organisasi, hingga perilaku arogan oknum dosen di lingkungan kampus.

ADVERTISEMENT

Korlap aksi AMPPERA, Kelvin Hudqof Akbar, menyatakan bahwa iklim diskusi dan konsolidasi di kampus yang sebelumnya berjalan kondusif kini berubah drastis. Ia menengarai perubahan ini terjadi seiring dengan pergantian kepemimpinan di tingkat lembaga yang justru menunjukkan sikap represif terhadap mahasiswa.

ADVERTISEMENT

“Secara historis, titik kumpul konsolidasi di kampus tidak pernah bermasalah. Namun, semenjak adanya pimpinan baru di LHKK yang kami nilai problematik, situasi berubah. Diskusi mahasiswa kini dianggap ancaman,” ujar Kelvin dalam orasinya di depan kampus UBP Karawang.

ADVERTISEMENT

Kelvin membeberkan sejumlah dugaan praktik intimidasi yang dilakukan oleh oknum dosen berinisial Dr. Y. Mulai dari ancaman penyebaran video pribadi bagi mahasiswa yang kritis di kelas, hingga dugaan penjagalan akademik. Kelvin menyebut ada mahasiswa yang dipersulit proses kelulusannya hingga tertunda sidangnya selama dua tahun akibat berkonfrontasi dengan oknum tersebut.

ADVERTISEMENT

Tak hanya tekanan psikis, Kelvin juga mengaku mendapatkan ancaman fisik dan verbal secara langsung. “Kemarin saya diancam dipukul hingga dipidana. Ini terjadi karena adanya 'bisikan' negatif kepada pihak Yayasan yang merusak citra mahasiswa di mata pimpinan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

AMPPERA juga menyoroti kebijakan kampus yang dinilai memangkas kreativitas dan anggaran organisasi mahasiswa (Ormawa). Ruang gerak mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi dan menggunakan fasilitas kampus dirasa semakin ketat dan terkesan menempatkan mahasiswa sebagai rival birokrasi, bukan mitra perkembangan akademik.

ADVERTISEMENT

Dalam tuntutan resminya, mahasiswa mendesak Rektor yang baru dilantik bersama jajaran kemahasiswaan untuk melakukan evaluasi total terhadap oknum dosen Dr. Y. Mereka meminta kampus kembali menjadi ruang aman bagi diskursus intelektual dan gerakan mahasiswa tanpa bayang-bayang ancaman akademik.

ADVERTISEMENT

Menutup aksinya, Kelvin memastikan bahwa AMPPERA akan melayangkan surat resmi kepada Pembina Yayasan dan Rektorat. Mahasiswa memberikan peringatan keras bahwa jika tuntutan evaluasi ini tidak segera direspons, mereka akan kembali turun dengan gelombang massa yang lebih besar untuk menuntut keadilan di lingkungan kampus UBP Karawang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar