BERITA

Miris! 30 Persen SMP di Karawang Masih Numpang Ujian, Disdikbud Janjikan Percepatan Digitalisasi

Redaksi - Wawan Helyawan
11 Apr 2026 2 Menit Baca
Foto: istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMP di Kabupaten Karawang tahun 2026 masih dibayangi persoalan klasik terkait infrastruktur. Berdasarkan data terbaru, tercatat hampir 30 persen sekolah di wilayah lumbung padi ini belum mampu menyelenggarakan ujian secara mandiri akibat keterbatasan perangkat komputer. Kondisi ini memaksa sejumlah sekolah untuk meminjam perangkat hingga "menumpang" di SMA/SMK maupun perguruan tinggi terdekat agar para siswa tetap bisa mengikuti ujian.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pantauan lapangan, setidaknya terdapat 11 sekolah yang masih bergantung sepenuhnya pada fasilitas pihak lain. Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang mengungkapkan fakta yang cukup kontras: dari total 217 sekolah peserta, sebanyak 63 sekolah tercatat menggunakan komputer berstatus "klien bukan milik". Secara keseluruhan, terdapat 644 unit komputer pinjaman atau sewa yang dikerahkan untuk menambal kekurangan sarana digital di tingkat SMP.

ADVERTISEMENT

Guna menyiasati keterbatasan sarana ini, Disdikbud Karawang menerapkan sistem ujian berlapis yang berlangsung sejak 6 hingga 16 April 2026. Pelaksanaan TKA dibagi menjadi empat gelombang dengan pembagian empat sesi setiap harinya. Pengaturan jadwal yang ketat ini menjadi satu-satunya solusi agar seluruh peserta didik dapat mengakses perangkat yang tersedia secara bergiliran, meskipun sistem ini diakui cukup menantang dari sisi manajemen waktu sekolah.

ADVERTISEMENT

Padahal, TKA merupakan agenda strategis nasional yang bersifat wajib sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 sebagai tolok ukur mutu pendidikan. Keterbatasan sarana ini dikhawatirkan dapat memengaruhi aspek psikologis dan konsentrasi siswa. Perpindahan lokasi ujian ke sekolah lain serta perbedaan lingkungan belajar dinilai berpotensi mengganggu fokus peserta didik, yang pada akhirnya bisa berdampak pada hasil evaluasi kompetensi mereka.

ADVERTISEMENT

Menanggapi situasi ini, Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menegaskan bahwa pihaknya tetap berupaya memberikan layanan maksimal. Wawan memastikan bahwa meski sarat keterbatasan, tidak boleh ada siswa yang kehilangan haknya untuk mengikuti ujian. "Kami fasilitasi melalui pola menumpang agar seluruh siswa tetap terlayani. Saat ini yang utama adalah memastikan TKA berjalan optimal di tengah kendala yang ada," ujarnya pada Jumat (10/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pemerintah Kabupaten Karawang menjadikan kondisi ini sebagai catatan penting dalam evaluasi pemerataan infrastruktur pendidikan. Wawan menjanjikan adanya langkah percepatan pengadaan sarana dan prasarana (sapras) digital pada tahun-tahun mendatang guna memutus ketimpangan fasilitas antarsekolah. Digitalisasi pendidikan diharapkan bukan lagi sekadar standar nasional di atas kertas, melainkan realitas yang dapat dinikmati merata oleh seluruh sekolah di Karawang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar