Seputarkarawang.com - Karawang, Sebuah inisiatif religius yang menyejukkan lahir dari Komunitas Majlis Ngopi dengan menggelar agenda bertajuk "Ngobrol Perkara Iman" di kedai kopi 53 Club Coffee, Minggu malam, 5 April 2026. Dalam kesempatan istimewa ini, Komunitas Majlis Ngopi mengundang dua pilar utama umat, yakni Sekretaris MUI Karawang KH Yayan Sopyan dan Ketua DPW FPI Karawang KH Tomi Miftah Faried. Kehadiran para tokoh sentral ini di kedai kopi menjadi simbol kuatnya sinergi otoritas agama dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memberikan pengayoman moral bagi pusat-pusat ekonomi kreatif di Kabupaten Karawang.
Perwakilan Komunitas Majlis Ngopi menegaskan bahwa undangan ini bertujuan menghadirkan wajah dakwah yang inklusif melalui pembukaan ruang dialog langsung antara pengunjung dan para ulama. "Kami mengundang guru-guru kita dari MUI Karawang dan FPI Karawang ke 53 Club Coffee agar masyarakat bisa bertanya langsung mengenai persoalan iman dalam suasana santai. Kami ingin setiap cangkir kopi yang dinikmati para pemuda di sini berbuah ilmu dan ukhuwah," ujarnya. Pernyataan ini mengunci narasi bahwa kegiatan tersebut murni gerakan moral yang didukung penuh oleh elemen masyarakat akar rumput.
Sekretaris MUI Karawang, KH Yayan Sopyan, mengapresiasi antusiasme pengunjung dalam sesi dialog interaktif tersebut sebagai strategi syiar yang sangat efektif di era modern. Beliau menekankan bahwa kehadiran ulama di kedai kopi untuk menjawab keraguan umat menunjukkan bahwa nilai-nilai religius tetap menjadi kompas utama dalam dinamika gaya hidup urban. MUI berkomitmen untuk terus membina wadah kreatif seperti ini guna memastikan setiap aktivitas sosial di Karawang mendatangkan kemaslahatan bagi umat, sekaligus memperkuat benteng akhlak melalui pendekatan yang cair dan humanis.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW FPI Karawang, KH Tomi Miftah Faried, menilai ruang dialog ini sebagai sarana penting untuk menyerap aspirasi sekaligus menjaga marwah daerah. Beliau memberikan instruksi agar kolaborasi antara ulama, komunitas, dan pelaku usaha kedai kopi di 53 Club Coffee terus ditingkatkan demi membentengi Karawang dari segala potensi degradasi moral. Sinergi dalam menjawab berbagai persoalan umat ini mengirimkan sinyal tegas bahwa FPI dan MUI senantiasa bersatu padu dalam mengawal stabilitas daerah agar tetap aman, nyaman, dan harmonis.
Dialog yang juga diperkuat oleh kehadiran Ust. Ujang dan Ust. Sutrisno dari LDP-FPI Karawang ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh warga Karawang. Respons positif dari pengunjung kedai kopi yang terlibat aktif dalam diskusi membuktikan bahwa masyarakat sangat menghormati kehadiran figur pengayom di ruang publik yang santai namun berbobot. Pertemuan di 53 Club Coffee ini berhasil menetapkan standar baru bagi pola komunikasi lintas sektoral, di mana MUI Karawang dan FPI Karawang berdiri tegak sebagai pilar pemersatu yang menutup rapat celah bagi opini negatif melalui aksi nyata yang bermanfaat.