EKONOMI

Harga Emas Antam Ambruk Rp55.000 Hari Ini: Cek Rincian Harga Terbaru Senin 9 Maret 2026

Redaksi - Admin
09 Mar 2026 2 Menit Baca
Foto: istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Tren positif investasi logam mulia harus terhenti pada awal pekan ini setelah harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. dilaporkan merosot tajam. Melansir data resmi dari situs Logam Mulia pada Senin (9/3/2026) pukul 08.37 WIB, harga emas batangan satuan 1 gram kini dibanderol seharga Rp3.004.000. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar Rp55.000 dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya. Koreksi harga yang cukup dalam ini seketika memangkas optimisme pasar yang sempat melambung tinggi pada akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Selaras dengan anjloknya harga jual, harga buyback emas atau nilai pembelian kembali oleh Antam juga mengalami penyusutan. Level buyback hari ini ditetapkan sebesar Rp2.757.000 per gram, atau terpangkas hingga Rp65.000. Pelemahan ini dipicu oleh kondisi pasar global di mana harga emas dunia merujuk data Refinitiv berada di posisi US$ 5.083,79 per troy ons, ambruk sekitar 1,7%. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang semula diharapkan menjadi katalis positif, justru menunjukkan sentimen berbeda yang menekan posisi emas sebagai aset aman (safe haven).

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, pergerakan harga di Pegadaian juga mencatatkan angka yang kompetitif meski tetap mengikuti arus pelemahan global. Harga emas Antam di Pegadaian tercatat di level Rp3.212.000 per gram dengan harga beli kembali sebesar Rp2.896.000. Penurunan ini sekaligus mengakhiri rekor penguatan dalam empat pekan berturut-turut. Para investor kini tengah mencermati grafik harga emas dunia yang masih fluktuatif, mengingat dalam sepekan terakhir komoditas kuning ini telah terkoreksi total sebesar 2,03%.

ADVERTISEMENT

Pegadaian menyediakan berbagai pecahan mulai dari 0,5 gram seharga Rp1.659.000 hingga ukuran jumbo 1 kilogram yang menyentuh angka Rp3,14 miliar. Perbedaan harga pada setiap kepingan menyesuaikan dengan berat fisik dan biaya cetak yang berlaku. Di tengah tren pasar komoditas yang sedang lesu, fluktuasi ini menjadi momentum penting bagi para kolektor maupun investor ritel untuk mengatur ulang strategi portofolio mereka, sembari menunggu titik jenuh jual sebelum harga kembali memantul naik.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar