EKONOMI

Kelompok Tani Yayasan KERSA Harapkan Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Pertanian Milenial di Karawang

Redaksi - Moch Agung Nurjayadi
11 Jun 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Karawang – Yayasan Karawang Enterpreneur Sejahtera (KERSA) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi petani muda melalui berbagai program pertanian yang dikembangkan di Kabupaten Karawang. Namun hingga saat ini, upaya tersebut dinilai belum mendapat dukungan yang memadai dari pemerintah daerah, khususnya terkait sarana dan prasarana pertanian.

ADVERTISEMENT

Ketua Yayasan KERSA, Muhammad Nur Miroji, mengatakan bahwa sektor pertanian saat ini membutuhkan regenerasi yang kuat agar mampu menarik minat generasi muda untuk terjun langsung ke dunia pertanian. Melalui kebun melon yang dikelola di Desa Puseurjaya, KERSA berupaya menghadirkan ruang belajar sekaligus praktik bagi para pemuda, mahasiswa, dan pelajar.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kebun yang dikelola KERSA telah menjadi tempat praktik lapangan bagi mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dan siswa SMK Pertanian. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan petani-petani milenial yang siap berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak hanya menanam melon, tetapi juga berupaya mencetak petani muda yang memiliki keterampilan dan semangat berwirausaha di bidang pertanian. Regenerasi petani harus dimulai dari sekarang," ujar Miroji.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, ia mengaku hingga saat ini belum ada dukungan konkret yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Karawang terkait kebutuhan alat pertanian maupun pengembangan kelompok tani yang sedang dirintis.

ADVERTISEMENT

KERSA saat ini berencana memperluas area budidaya ke Desa Bengle, Kecamatan Majalaya. Namun rencana tersebut terkendala keterbatasan alat pengolahan lahan seperti kultivator dan peralatan pertanian lainnya yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas.

Selain itu, kelompok tani yang dibentuk KERSA juga belum dapat terdaftar secara resmi karena adanya regulasi yang membatasi pembentukan kelompok tani baru.

Menurut Miroji, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para petani muda yang sedang berupaya mengembangkan sektor pertanian secara mandiri.

"Kami berharap Bupati Karawang dan dinas terkait dapat memberikan perhatian kepada gerakan petani muda yang sedang kami bangun. Dukungan berupa fasilitasi, pendampingan, maupun bantuan alat pertanian akan sangat berarti bagi keberlangsungan program ini," katanya.

Ia menambahkan, jika mendapat dukungan yang memadai, KERSA optimistis dapat menjadi salah satu pusat pengembangan petani milenial di Karawang sekaligus membantu menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian.

Dengan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, keberadaan komunitas dan lembaga yang aktif melakukan pembinaan petani muda dinilai menjadi aset penting bagi masa depan ketahanan pangan daerah. Karena itu, sinergi antara masyarakat, pelaku pertanian, dan pemerintah diharapkan dapat terjalin lebih kuat demi mendukung lahirnya petani-petani muda yang mandiri dan berdaya saing. :::

ADVERTISEMENT

#umkm

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar