BERITA

Innalillahi, Mantan Ketua KPU Karawang Emay Ahmad Maehi Meninggal Dunia: Ini Kronologi Lengkapnya

Redaksi - Febry Ramadhan
22 Mar 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Kabar duka mendalam menyelimuti masyarakat Kabupaten Karawang pada Minggu (22/3/2026). Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang, Emay Ahmad Maehi, S.Ag., S.H., atau yang akrab disapa Kang Emay, dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 14.20 WIB. Tokoh yang dikenal sebagai singa podium, aktivis, sekaligus kader Nahdlatul Ulama (NU) ini mengembuskan napas terakhirnya di RS Proklamasi Rengasdengklok setelah sempat mendapatkan perawatan medis darurat.

ADVERTISEMENT

Adik kandung almarhum, Haris Amin, membeberkan detik-detik sebelum sang kakak wafat yang bermula dari kondisi sakit mendadak di rumah. Sekitar pukul 13.50 WIB, putri kedua Kang Emay segera menginformasikan kondisi ayahnya yang menurun hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit pada pukul 14.00 WIB. Pihak keluarga menyatakan bahwa almarhum diduga terkena serangan jantung, mengingat tindakan medis selama 20 menit di rumah sakit tidak membuahkan hasil hingga akhirnya beliau dinyatakan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Wafatnya Kang Emay langsung memicu gelombang duka dari berbagai lapisan masyarakat yang merasa kehilangan sosok pemersatu. Sahabat karib almarhum, Kamaluddin Abdullah, mengenang sosok Emay sebagai pribadi yang sangat bersahaja dan mampu merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang. Beliau dikenal sebagai figur yang peduli dengan sesama, banyak membantu rekan-rekan perjuangan, serta menjadi teladan bagi para aktivis muda di tanah pangkal perjuangan.

ADVERTISEMENT

Sebagai kader Nahdlatul Ulama, almarhum juga memiliki perhatian besar terhadap kemajuan daerah dan keharmonisan antarumat beragama di Karawang. Kedekatannya dengan para kiai, pejabat, pengusaha, hingga tokoh lintas agama menjadikannya sosok yang diterima di semua lapisan masyarakat, baik tua maupun muda. Perpaduan latar belakang pendidikan agama dan hukum yang kuat membuat setiap pemikiran dan sumbangsih almarhum selalu menjadi rujukan penting dalam berbagai forum diskusi daerah.

ADVERTISEMENT

Kepergian Emay Ahmad Maehi meninggalkan luka mendalam tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi dunia demokrasi dan pergerakan di Karawang. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka untuk kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga. "Beliau sosok yang menyatukan, kami warga Nahdlatul Ulama merasa sangat kehilangan. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," pungkas Kamaluddin dalam testimoninya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar