Seputarkarawang.com - Karawang, Fenomena microsleep dan kondisi jalan yang tidak merata menjadi penyebab utama rentetan kecelakaan di jalur mudik Karawang. Tercatat, sedikitnya 51 kasus kecelakaan lalu lintas telah ditangani oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di Posko Jalan Lingkar Tanjungpura – Klari selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan tingginya risiko bagi pengendara, terutama roda dua, yang melintasi jalur utama tersebut.
Koordinator Posko PMI Karawang, Uci Sanusi, mengungkapkan bahwa data 51 kasus tersebut baru berasal dari satu titik posko. Mengingat PMI mengoperasikan dua posko utama di wilayah Tanjungpura dan depan Indogrosir, total insiden di lapangan diprediksi jauh lebih banyak. "Tahun ini angka kecelakaan berat memang menurun dan Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia, namun jumlah kejadian tetap menjadi perhatian serius kami," ujar Uci, Sabtu (28/3/2026).
Pemicu utama laka lantas di jalur Lingkar ini adalah kombinasi antara kelelahan pengendara dan buruknya infrastruktur. Banyak pemudik yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi untuk mengejar waktu, namun kehilangan kendali saat menghantam jalanan yang bergelombang atau berlubang. Kondisi ini diperparah dengan serangan microsleep—kantuk sekilas yang sering tidak disadari oleh pengendara jarak jauh—sehingga motor oleng dan terjatuh seketika.
Salah satu kasus menonjol yang ditangani adalah kecelakaan melibatkan sopir armada ekspedisi yang mengalami patah tulang serius setelah menabrak bagian belakang kendaraan lain saat mencoba menyalip. Dalam setiap kejadian, tim PMI yang terdiri dari sembilan personel bergerak cepat melakukan pertolongan pertama, mulai dari pemindaian hingga penanganan pendarahan, sebelum korban dirujuk ke RSUD Karawang.
Masa siaga relawan PMI Karawang dijadwalkan akan berakhir hari ini, 28 Maret 2026. Meski masa tugas hampir usai, petugas tetap melakukan patroli rutin setiap dua hingga tiga jam sekali menggunakan mobil untuk memantau kondisi jalur rawan. PMI mengimbau agar para pemudik yang masih melakukan perjalanan balik untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah. "Jangan remehkan microsleep, lebih baik istirahat sejenak demi keselamatan sampai di tujuan," pungkas Uci.