OTOMOTIF

Harga BBM Melonjak, Penjualan Mobil Listrik BYD di Pasar Global Meroket 71 Persen

Redaksi - Wawan Helyawan
04 May 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Penjualan mobil listrik BYD di luar negeri mencatatkan lonjakan drastis hingga 71% menjadi 134.542 unit pada bulan lalu. Kenaikan tersebut dipicu oleh tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) pascaperang Iran, yang mendorong masyarakat global beralih ke kendaraan yang lebih hemat energi.

ADVERTISEMENT

Tren transisi energi ini mulai terasa dampaknya di Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang yang merupakan pusat kawasan industri di Jawa Barat. Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) semakin meningkat seiring tingginya biaya operasional kendaraan konvensional.

ADVERTISEMENT

Mengutip laporan Business Times di Weibo, lonjakan penjualan di pasar internasional ini menjadi penyelamat di tengah lesunya pasar domestik China. Total penjualan global BYD sendiri tercatat mengalami penurunan 16% menjadi 321.123 unit akibat penghapusan subsidi pemerintah dan ketatnya persaingan dengan rival seperti Geely dan Xiaomi.

ADVERTISEMENT

Bagi BYD, pasar global menjadi pilar utama untuk menjaga pertumbuhan bisnis pada tahun ini. Perusahaan otomotif asal China tersebut menargetkan penjualan ekspor sebanyak 1,3 juta unit pada 2026, melampaui pencapaian tahun sebelumnya di tengah tantangan perang harga yang sengit.

ADVERTISEMENT

Untuk merealisasikan target tersebut, BYD menyiapkan strategi inovatif dengan meluncurkan model-model kendaraan baru yang dilengkapi pengisian daya baterai super cepat. Pada pameran otomotif Beijing, BYD resmi memperkenalkan teknologi baterai blade terbaru yang diklaim jauh lebih efisien.

ADVERTISEMENT

Salah satu model andalan yang diperkenalkan adalah SUV tujuh penumpang, Great Tang. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 1.000 km dalam satu kali pengisian daya, dengan estimasi harga mulai dari 250 ribu yuan atau sekitar Rp637 jutaan, sangat kompetitif untuk kelas SUV.

ADVERTISEMENT

Namun, di pasar domestik China, BYD dan produsen lain masih terjebak dalam perang harga yang menekan margin keuntungan. BYD tercatat masih memberikan diskon dan potongan harga rata-rata hingga 10% untuk menarik minat beli konsumen di tengah lonjakan utang jangka pendek.

ADVERTISEMENT

Bagi konsumen di Karawang dan Indonesia, masuknya berbagai inovasi teknologi baterai dan model baru ini memberikan lebih banyak pilihan. Transisi menuju kendaraan ramah lingkungan diharapkan mampu menekan biaya transportasi masyarakat di tengah ketidakpastian harga BBM global.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar