Seputarkarawang.com - Karawang, Pimpinan Cabang Perum Bulog Karawang, Rafki Ismael, memberikan kepastian bahwa pasokan minyak goreng subsidi bermerek Minyakita di wilayah Kabupaten Karawang masih dalam kondisi tersedia dan mencukupi. Hingga awal Maret 2026 ini, Bulog terus berkomitmen melakukan suplai rutin ke berbagai titik pasar tradisional, dengan fokus utama di Pasar Induk Johar. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan barang di tingkat pengecer tetap terjaga, sekaligus sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah yang kerap dipicu oleh fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Dalam upayanya memotong rantai distribusi yang terlalu panjang, Bulog Karawang kini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pedagang pasar yang ingin mendapatkan pasokan Minyakita secara langsung dari gudang BUMN. Rafki Ismael menyatakan pihaknya sangat terbuka untuk memberikan dukungan suplai kepada para pelaku usaha mikro di pasar. Untuk mempermudah proses tersebut, Bulog juga siap berkoordinasi dengan dinas terkait guna membantu penerbitan legalitas bagi para pedagang yang ingin bermitra sebagai penyalur resmi subsidi pemerintah ini.
Rafki Ismael menjelaskan secara rinci bahwa jalur distribusi Minyakita saat ini terbagi menjadi dua skema besar. Skema pertama adalah jalur reguler yang bergerak dari produsen menuju distributor tingkat satu dan dua sebelum akhirnya sampai ke tangan pengecer di pasar. Skema kedua adalah melalui jalur BUMN pangan, yakni dari produsen langsung ke Bulog atau ID FOOD sebelum disalurkan langsung ke pedagang pengecer. Skema kedua inilah yang terus didorong oleh Bulog karena dinilai lebih efisien dalam menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen akhir.
Analisis dari Bulog menemukan bahwa fenomena tingginya harga Minyakita di beberapa titik pasar di Karawang disebabkan oleh panjangnya rantai pasok. Banyak pedagang yang belum bermitra dengan Bulog terpaksa mengambil stok dari distributor atau grosir dengan harga yang sudah melambung tinggi. Akibatnya, harga jual ke masyarakat pun ikut naik di atas HET yang ditetapkan pemerintah. "Beberapa pedagang yang belum bertransaksi dengan Bulog mendapatkan harga tinggi, ada yang membeli hingga Rp190 ribu sampai Rp200 ribu per karton," ungkap Rafki pada Jumat (6/3/2026).
Guna memberikan solusi nyata, Bulog Karawang menyalurkan Minyakita ke para pedagang mitra dengan harga hanya Rp14.500 per liter. Selisih harga yang kompetitif ini diberikan agar para pedagang memiliki ruang keuntungan yang sehat namun tetap mampu menjual kepada konsumen sesuai dengan HET Rp15.700 per liter. Dengan skema harga ini, Bulog berharap tidak ada lagi alasan bagi pengecer di wilayah Karawang untuk menaikkan harga di luar ketentuan yang sudah disepakati dalam regulasi kementerian.
Melalui upaya proaktif ini, Perum Bulog Karawang berharap para pedagang segera melengkapi administrasi usahanya agar dapat menikmati suplai minyak goreng subsidi dengan harga yang jauh lebih murah. Partisipasi aktif dari para pedagang pasar sangat diperlukan untuk mensukseskan program stabilisasi harga pangan ini. Dengan distribusi yang lebih pendek dan transparan, warga Kabupaten Karawang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur mereka dengan harga terjangkau tanpa harus khawatir akan kelangkaan stok Minyakita di pasaran.