EKONOMI

Petani Milenial Karawang Dorong Smart Farming Lewat Pelatihan Cerdas Iklim di Jawa Barat

Redaksi - Moch Agung Nurjayadi
19 May 2026 3 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, KARAWANG — Dunia pertanian terus berkembang seiring munculnya berbagai metode budidaya, baik secara konvensional maupun modern. Di tengah tantangan perubahan iklim dan cuaca yang semakin tidak menentu, para petani dituntut mampu beradaptasi dengan pola tanam serta teknologi pertanian terbaru agar produktivitas tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

Melihat kondisi tersebut, Balai Pelatihan Pertanian (Bapelta) Provinsi Jawa Barat di Cianjur menggelar pelatihan cerdas iklim dan agribisnis yang ditujukan bagi para petani, khususnya generasi milenial. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petani terkait strategi budidaya yang adaptif terhadap perubahan cuaca, mulai dari menentukan waktu tanam yang tepat hingga pemilihan varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan.

ADVERTISEMENT

Salah satu peserta asal Kabupaten Karawang yang mengikuti pelatihan tersebut mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga terkait pengembangan pertanian modern berbasis teknologi. Ia menjadi salah satu peserta rekomendasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Karawang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, dunia pertanian saat ini bukan lagi identik dengan pekerjaan kuno atau tidak menjanjikan. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, pertanian justru memiliki peluang besar menjadi sektor usaha masa depan yang produktif dan menguntungkan.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut dibuktikan melalui pengelolaan pertanian berbasis smart farming menggunakan sistem greenhouse yang saat ini sedang dikembangkannya. Konsep tersebut memanfaatkan teknologi modern, seperti pengaturan suhu otomatis, sistem irigasi terukur, hingga teknologi hayati untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih optimal.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat, mengatakan perkembangan teknologi pertanian saat ini semakin pesat. Berbagai inovasi terus dikembangkan, terutama pada sistem greenhouse dan smart farming yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian.

ADVERTISEMENT

“Teknologi pertanian terus berkembang. Saat ini banyak sistem modern yang sudah menggunakan kontrol suhu otomatis, pengaturan kelembapan, hingga teknologi pendukung lainnya untuk meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Di Kabupaten Karawang sendiri, konsep pertanian modern sebenarnya telah hadir melalui fasilitas greenhouse eks TTM (Taiwan Technical Mission) yang sebelumnya menjadi pusat edukasi pertanian modern. Namun, fasilitas tersebut saat ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal setelah masa kontraknya berakhir pada Desember 2025.

ADVERTISEMENT

Melihat kondisi itu, Nur berharap pemerintah dapat memberikan kesempatan kepada petani milenial untuk mengelola sebagian fasilitas greenhouse tersebut agar kembali produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ia menilai keberadaan greenhouse modern tersebut dapat menjadi pusat pengembangan hortikultura sekaligus sarana edukasi pertanian bagi generasi muda. Selain fokus pada budidaya hortikultura, pihaknya juga berencana mengembangkan konsep smart farming, penjualan bibit unggul, student farming, pusat penelitian mahasiswa dan SMK pertanian, hingga membuka kelas edukasi pertanian baik gratis maupun berbayar.

ADVERTISEMENT

Konsep tersebut, kata dia, telah mulai dibuktikan melalui pengelolaan lahan hortikultura di Glenmore Farm yang berada di Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Salah satu komoditas yang saat ini dikembangkan adalah budidaya melon. Menurutnya, melon memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan sekaligus ikon hortikultura Kabupaten Karawang karena dinilai cocok dibudidayakan di wilayah dengan suhu panas seperti Karawang.

Ia mengatakan, selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, budidaya melon juga dapat dikembangkan menjadi wisata petik melon, student farming, hingga wisata edukasi pertanian yang mampu menarik minat masyarakat dan generasi muda terhadap dunia pertanian modern.

“Melon bisa menjadi salah satu komoditas swasembada pangan selain padi di Kabupaten Karawang. Potensinya sangat besar karena cocok dengan kondisi cuaca di Karawang dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap pemerintah daerah, khususnya bupati, dapat memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan pertanian milenial di Karawang, baik melalui akses lahan, pelatihan, maupun penguatan teknologi pertanian modern.

“Harapannya, pertanian bisa menjadi sektor utama yang diminati anak muda dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di bidang hortikultura dan smart farming,” katanya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar