BERITA

Warga Bengle Soroti Persoalan Banjir dan Fasum Jelang Pilkades Karawang 2026

Redaksi - Moch Agung Nurjayadi
23 May 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, KARAWANG — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Karawang pada November 2026, masyarakat Desa Bengle mulai menaruh perhatian besar terhadap berbagai persoalan lingkungan yang hingga kini belum terselesaikan, khususnya masalah banjir di kawasan perumahan.

ADVERTISEMENT

Sejumlah warga menilai penanganan banjir selama ini belum dilakukan secara menyeluruh. Genangan air disebut hanya berpindah dari satu titik ke lokasi lainnya akibat sistem drainase yang belum terintegrasi serta pembangunan lingkungan yang dilakukan secara bertahap.

ADVERTISEMENT

Selain persoalan teknis, warga juga menyoroti belum selesainya proses serah terima fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dari pihak pengembang kepada Pemerintah Daerah. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu kendala masuknya program pembangunan maupun aspirasi dewan ke lingkungan perumahan.

ADVERTISEMENT

Akibat status pengelolaan yang belum sepenuhnya jelas, sejumlah usulan pembangunan seperti normalisasi drainase, perbaikan saluran air, hingga pengecoran jalan belum dapat direalisasikan secara maksimal.

ADVERTISEMENT

Padahal, di beberapa titik jalan, genangan air saat hujan turun kerap mencapai ketinggian sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Kondisi tersebut sering menyebabkan kendaraan warga, terutama sepeda motor, mengalami mogok ketika melintas.

ADVERTISEMENT

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan masyarakat saat ini membutuhkan sosok pemimpin desa yang benar-benar hadir untuk masyarakat, bukan hanya muncul saat momentum kampanye.

ADVERTISEMENT

“Kami butuh pemimpin yang siap membantu mengawal proses serah terima fasum dan fasos dari pengembang ke pemerintah daerah. Kalau proses itu selesai, pembangunan akan lebih mudah masuk dan lingkungan kami bisa lebih diperhatikan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kepala desa ke depan diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara warga, pengembang, pemerintah daerah, hingga legislatif agar berbagai persoalan lingkungan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

ADVERTISEMENT

Warga berharap momentum Pilkades 2026 menjadi titik awal lahirnya pemimpin desa yang memiliki kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas banjir.

ADVERTISEMENT

“Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan sekadar janji, tetapi sosok yang mau duduk bersama mencari solusi dan berani mengawal proses sampai benar-benar terealisasi,” tutupnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar