Seputarkarawang.com - Karawang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengambil langkah tegas dengan membongkar seluruh instalasi jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan Kecamatan Batujaya. Tindakan ini dilakukan menyusul jatuhnya dua korban jiwa akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tersebut di lokasi yang sama.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Rohman, menjelaskan bahwa korban terbaru meninggal dunia dua hari lalu saat hendak pulang usai mengolah sawah, menyusul insiden serupa sebelumnya. Rohman menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan sosialisasi pelarangan penggunaan jebakan listrik sejak tahun lalu karena risiko fatal yang ditimbulkannya.
"Sudah ada dua orang yang meninggal dunia di Kecamatan Batujaya akibat jebakan tikus beraliran listrik. Padahal sejak tahun lalu kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak lagi menggunakan cara tersebut karena sangat membahayakan," ujar Rohman, Kamis (2/7/2026).
Menanggapi situasi darurat tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari Muspika, UPTD Pertanian, pemerintah desa, dan warga langsung melakukan penyisiran dan pembongkaran instalasi jebakan listrik di seluruh area persawahan. Rohman menegaskan bahwa penggunaan aliran listrik untuk membasmi hama tidak sebanding dengan risiko hilangnya nyawa, baik bagi petani maupun warga yang melintas.
Selain melakukan penertiban fisik, Dinas Pertanian kini semakin menggencarkan sosialisasi bahaya jebakan listrik melalui rapat desa, kegiatan minggon, hingga penyuluhan langsung kepada kelompok tani. Pihaknya menegaskan bahwa larangan ini akan terus ditegakkan dan petugas tidak akan segan membongkar kembali jika ditemukan instalasi baru di lapangan.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus serupa di Karawang, termasuk kematian seorang warga Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, pada Senin malam (29/6/2026) yang diduga juga akibat tersengat jebakan tikus listrik. Pemkab Karawang mengimbau seluruh petani untuk segera beralih ke metode pengendalian hama yang lebih aman demi keselamatan bersama.