Seputarkarawang.com - Karawang, Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Karawang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Gabungan yang berlangsung khidmat pada Minggu, 21 Desember 2025.
Pertemuan besar ini dihadiri oleh perwakilan KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dari 25 Kecamatan se-Kabupaten Karawang serta jajaran petinggi DPD FPI Jawa Barat.
​
​Muscab ini menjadi momentum penting bagi FPI Karawang untuk memperkuat struktur internal. Dipimpin langsung oleh Ketua DPW FPI Karawang, kyai haji Tommy Miftah Faried, S.Pd.I. agenda utama pertama adalah memperbaharui jajaran pengurus yang non-aktif serta melantik kader-kader baru.
​Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti KH Ate Saepulloh, S.Pd.I (Ketua LDP FPI DPD Jabar), Ustadz Budi (Sekda FPI Jabar), dan Ustadz Agus (Wasekda FPI Jabar) menegaskan dukungan penuh pusat terhadap langkah regenerasi ini. Reorganisasi ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar di tanah pangkal perjuangan.
​
​Di luar urusan internal, Muscab Gabungan ini melahirkan pernyataan sikap yang sangat tajam terkait isu sosial di Karawang. FPI Karawang secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap rencana pembukaan Tempat Hiburan Malam (THM) yang berlokasi di eks gedung Karawang Theatre.
​Beberapa poin krusial yang ditegaskan oleh FPI Karawang antara lain:
​Legalitas Dipertanyakan: THM tersebut diduga kuat belum mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah.
​Lokasi Strategis: Pembangunan THM di jantung kota dinilai mencederai marwah Karawang dan mengganggu ketertiban umum.
​Visi Moral: FPI Karawang berkomitmen menjaga wilayah dari segala bentuk tempat yang berpotensi menjadi wadah kemaksiatan.
​
​Dalam pernyataan yang membakar semangat para anggota, FPI Karawang memberikan peringatan keras kepada pihak pengelola maupun pihak-pihak terkait. Jika pembangunan dan pengoperasian THM tersebut tetap dipaksakan, FPI Karawang menyatakan kesiapannya untuk melakukan aksi nyata.
​"Kami menegaskan menolak pembangunan tempat kemaksiatan di Karawang. Jika mereka tetap ngotot membuka tempat tersebut, kami menyatakan siap 'perang' demi menjaga moralitas kota ini," tegas perwakilan pengurus dalam forum tersebut.
​Langkah ini diprediksi akan memicu gelombang reaksi di masyarakat, mengingat lokasi eks Karawang Theatre merupakan titik ikonik di pusat kota. FPI Karawang kini menunggu respons dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terkait status perizinan lokasi tersebut.