BERITA

Lingkungan Kumuh dan Tiang Terancam Roboh, Proyek SUTT Gading Elok Tak Kunjung Rampung

Redaksi - Admin
05 Feb 2026 2 Menit Baca
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, KARAWANG – Warga Perumahan Gading Elok I, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, mengeluhkan molornya pengerjaan proyek rekonduktoring Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV yang melintas di kawasan permukiman mereka. Proyek tersebut dinilai melebihi jadwal awal dan menimbulkan ketidaknyamanan serta kekhawatiran akan keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, aktivitas proyek yang berlarut-larut berdampak langsung pada kenyamanan lingkungan. Selain menimbulkan kebisingan, kondisi lokasi proyek yang terbengkalai dinilai membahayakan keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

“Akibat proyek ini lingkungan menjadi kumuh dan akses jalan menuju Blok D tertutup. Yang paling mengkhawatirkan, pondasi tiang eksisting ikut tergali lebih dari satu setengah meter,” ujarnya kepada wartawan , Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi membahayakan karena tiang SUTT memiliki bobot puluhan ton dengan tegangan listrik mencapai ratusan kilo volt. Risiko dinilai semakin besar saat hujan deras disertai angin kencang yang dapat memicu robohnya tiang.

ADVERTISEMENT

Molor dari Jadwal Awal

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, izin pelaksanaan pembangunan pondasi awalnya diberikan selama 1,5 bulan sejak November 2025. Namun hingga akhir Januari 2026, pekerjaan belum juga rampung.

Hendo, selaku perwakilan konsultan pengerjaan rekonduktoring SUTT, mengakui adanya keterlambatan tersebut. Ia menyebutkan, pekerjaan pondasi yang seharusnya selesai dalam waktu 1,5 bulan justru molor hingga hampir tiga bulan.

“Keterlambatan ini dipicu oleh sistem kontrak yang terus disubkonkan,” ujar Hendo. Terkait kemungkinan wanprestasi, ia menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan ULTG Cirebon.

Tanggapan Kontraktor dan Subkontraktor

Perwakilan mainkontraktor PT Hasta Karya Perdana, Fikri, juga membenarkan adanya keterlambatan pengerjaan pondasi SUTT. Namun terkait kendala di lapangan dan proses sosialisasi kepada warga, ia mengarahkan agar dikonfirmasi langsung kepada pihak subkontraktor.

Sementara itu, Reki selaku perwakilan subkontraktor menjelaskan bahwa keterlambatan penyelesaian pondasi SUTT disebabkan oleh adanya masa libur selama sekitar dua pekan serta faktor cuaca hujan yang menghambat pekerjaan di lapangan.

Warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah tegas agar proyek dapat diselesaikan sesuai standar keselamatan serta tidak terus berlarut-larut dan membahayakan lingkungan sekitar.

Sumber ( delik.com )

ADVERTISEMENT
Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar