Seputarkarawang.com - Karawang, Tradisi ziarah kubur menjelang dan sesudah Hari Raya Idulfitri masih menjadi fenomena religi yang kental di tengah masyarakat Indonesia. Namun, seringkali muncul pertanyaan di kalangan umat mengenai hukum membaca surat Yasin atau ayat-ayat Al-Qur’an di area pemakaman. Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, KH. Tajudin Noor, memberikan pencerahan bahwa aktivitas tersebut merupakan amalan yang sangat dianjurkan sebagai sarana mendoakan ahli kubur sekaligus pengingat akan kematian.
Terkait adanya perbedaan pandangan, KH. Tajudin Noor menegaskan bahwa membaca Al-Qur'an di makam diperbolehkan secara syariat, asalkan pahala bacaannya diniatkan untuk almarhum. Menurutnya, pro-kontra yang terjadi biasanya hanya berasal dari perbedaan pemahaman semata, padahal esensi utamanya adalah menghadiahkan doa terbaik bagi mereka yang telah berada di alam barzah. Beliau menekankan bahwa momen ziarah adalah kesempatan bagi umat Muslim untuk memohon ampunan kepada Allah SWT agar orang-orang terkasih mendapatkan kelapangan di sisi-Nya.
Lebih lanjut, kunjungan ke makam khususnya bagi kedua orang tua merupakan bentuk nyata dari birrul walidain atau bakti seorang anak yang tidak terputus oleh maut. KH. Tajudin menjelaskan bahwa mendoakan orang tua di pusaranya adalah wujud penghormatan tertinggi yang bisa dilakukan setelah mereka wafat. Hal ini sejalan dengan prinsip amal jariyah, di mana doa anak shalih menjadi salah satu investasi pahala yang terus mengalir bagi penghuni kubur di tengah suasana kemenangan Lebaran.
Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa amalan saat ziarah Idulfitri pada dasarnya sama dengan hari biasa, seperti membaca tahlil, zikir, dan doa-doa pendek lainnya. Meski tradisi ini memuncak saat momen Lebaran, tujuan utamanya tetaplah untuk mengambil pelajaran hidup (ibrah) bagi manusia yang masih sehat dan bugar. Dengan mengingat kematian, diharapkan umat Muslim dapat kembali fitri dengan kualitas ibadah yang lebih baik dan senantiasa menjaga hubungan spiritual dengan para pendahulu