Seputarkarawang.com - Karawang, KARAWANG — Bencana banjir kembali menunjukkan wajah kelamnya di Kabupaten Karawang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat, hingga Kamis (29/1/2026) pukul 10.00 WIB, banjir telah melanda 8 kecamatan dan 20 desa/kelurahan, dengan ribuan warga terdampak.
Data resmi BPBD menyebutkan, sebanyak 3.567 rumah terendam banjir. Dampak tersebut menyentuh 4.083 kepala keluarga (KK) atau 11.538 jiwa. Di antara mereka terdapat kelompok rentan yang menghadapi risiko serius, yakni 177 bayi, 605 balita, 109 lansia, dan 70 ibu hamil. Sementara itu, 1.356 warga terpaksa mengungsi demi menyelamatkan diri dari genangan yang terus bertahan.
Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Cilamaya Wetan, banjir melanda Desa Rawagempol Kulon, Muara Baru, Muara, dan Tegalwaru. Kecamatan Karawang Barat turut terdampak di Kelurahan Tanjungpura, Tanjungmekar, dan Karawang Kulon.
Di Kecamatan Rengasdengklok, banjir merendam Desa Kertasari, Rengasdengklok Utara, Kalangsari, Rengasdengklok Selatan, serta Karyasari. Sementara di Kecamatan Telukjambe Barat, genangan terjadi di Desa Karangligar. Kecamatan Telukjambe Timur terdampak di Desa Sukamakmur dan Sukaharja.
Banjir juga meluas ke Kecamatan Cilebar, meliputi Desa Kosambibatu dan Pusakajaya Utara, Kecamatan Cibuaya di Desa Kalidungjaya, serta Kecamatan Klari yang mencakup Desa Duren dan Pancawati.
BPBD Kabupaten Karawang menyatakan proses pendataan masih terus dilakukan secara berkala seiring dinamika kondisi di lapangan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan, evakuasi warga, dan pendistribusian bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Di tengah situasi ini, masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas curah hujan masih berpeluang tinggi. BPBD juga meminta warga segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Banjir kali ini kembali menjadi pengingat pahit bahwa ribuan warga Karawang masih hidup dalam ancaman genangan air yang berulang, dengan kelompok paling rentan berada di garis depan penderitaan.