BERITA

Aspal Berlubang, Nyawa Terancam: Mahasiswa Karawang Desak Pemerintah Bertindak

Redaksi - Admin
05 Feb 2026 2 分钟阅读
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, KARAWANG – Polres Karawang melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa (unras) yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dan mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang yang tergabung dalam Komite Rakyat Sipil Karawang. Aksi tersebut menyuarakan tuntutan perbaikan jalan berlubang di ruas Jalan Nasional Klari–Kosambi, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

Unjuk rasa berlangsung di Jalan Raya Nasional Klari–Kosambi, tepatnya di depan McDonald’s dan SPBU Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Aksi tersebut sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di jalur arteri nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

Untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga situasi tetap kondusif, Polres Karawang menerjunkan personel Polsek Klari guna melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Pengamanan aksi unras dipimpin langsung oleh Kapolsek Klari, Kompol H. Bambang Sumitro, didampingi Kanit Reskrim Iptu Wihendar yang turun langsung ke lapangan.

ADVERTISEMENT

Dalam pelaksanaannya, aparat kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dengan menjalin koordinasi bersama koordinator lapangan aksi. Pendekatan tersebut dilakukan agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

ADVERTISEMENT

Pengamanan dilakukan guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta tidak mengganggu kepentingan umum maupun arus lalu lintas secara signifikan.

ADVERTISEMENT

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada peserta aksi maupun para pengguna jalan.

“Alhamdulillah, kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan kondusif. Arus lalu lintas tetap dapat dikendalikan meskipun sempat terjadi perlambatan,” ujar Ipda Cep Wildan.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang meminta perhatian pemerintah terkait kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Setelah aksi selesai, massa membubarkan diri dengan tertib. Situasi di sekitar lokasi kembali normal dan arus lalu lintas kembali berjalan lancar.

ADVERTISEMENT
Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar