Seputarkarawang.com - Karawang, Munculnya fenomena gelembung misterius di permukaan laut sekitar lima mil dari Muara Ciparage, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memicu dugaan kebocoran pipa gas bawah laut setelah videonya viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) langsung mengerahkan empat kapal dan memantau jalur udara guna menelusuri sumber kemunculan gelembung tersebut.
Penyisiran ketat dilakukan menggunakan tiga armada operasional serta satu kapal keamanan di sepanjang jalur pipa fasilitas PHE ONWJ, yang mencakup sisi timur melintasi KLA, KKNA, dan KKNB, sisi barat KLXB, hingga area X-Ray. Selain jalur laut, tim gabungan juga memanfaatkan helikopter untuk melakukan pemantauan udara dari pesisir utara Karawang menuju Stasiun Uniform dan KLA.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, tim belum menemukan adanya gelembung maupun tanda-tanda kebocoran di sekitar fasilitas operasional perusahaan. Tekanan pada Stasiun Uniform dan KLA terpantau berada dalam kondisi normal tanpa adanya anomali atau penurunan signifikan, sehingga aktivitas produksi dan pasokan energi tetap berjalan normal.
Manager Communication, Relations & CID Pertamina Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, menyatakan bahwa pemeriksaan komprehensif melalui laut dan udara ini dilakukan untuk memastikan keamanan fasilitas migas. Karena sumber gelembung dalam rekaman nelayan belum diketahui secara pasti, pihak manajemen memastikan observasi lanjutan akan terus dilanjutkan secara intensif.
Sebagai langkah antisipasi, PHE ONWJ turut memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah daerah, serta perwakilan nelayan agar segera melaporkan jika kembali menemukan kondisi tidak biasa di perairan Karawang. Perusahaan berjanji akan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala setelah proses observasi lanjutan memperoleh temuan yang lebih akurat.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah kemunculan gelembung tersebut berasal dari rembesan gas alam, aktivitas geologis bawah laut, atau faktor alam lainnya. Dengan belum ditemukannya bukti kerusakan pada jalur pipa, fenomena ini masih berstatus dugaan dan memerlukan investigasi mendalam sebelum penyebab pastinya dapat disimpulkan.