BERITA

Inovasi Energi Bersih di Karawang: Pertamina Patra Niaga JBB Perkuat Kemandirian Desa Dawuan Barat Lewat PLTS

Redaksi - Admin
05 Mar 2026 3 분 읽기
Foto:

Seputarkarawang.com - Karawang, KARAWANG – Komitmen terhadap transisi energi berkelanjutan kembali dibuktikan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui penguatan program Desa Energi Berdikari. Langkah strategis ini diwujudkan dengan mendorong kemandirian energi sekaligus akselerasi ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Bertempat di Desa Dawuan Barat, Kabupaten Karawang, Pertamina melalui unit Fuel Terminal (FT) Cikampek resmi mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Selasa (3/3/2026) sebagai pilar pendukung aktivitas produktif warga setempat.

ADVERTISEMENT

Infrastruktur energi hijau yang dibangun ini memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni untuk skala desa, yakni sistem PLTS berkapasitas 6,6 kWp yang ditopang oleh baterai penyimpanan sebesar 10 kWh serta inverter 5.000 watt berbasis off-grid. Integrasi teknologi surya ini secara khusus dialokasikan untuk menyokong operasional kelompok budidaya ikan lele "Lelepedia". Dengan adanya pasokan listrik mandiri, proses hulu hingga hilir seperti pengoperasian pompa air, pengemasan produk, pengisian oksigen, hingga pencahayaan area produksi kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sumber energi konvensional.

ADVERTISEMENT

Pertamina menyadari bahwa aspek keberlanjutan tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, melainkan juga pada kesiapan sumber daya manusia. Oleh karena itu, rangkaian kegiatan ini dibarengi dengan sosialisasi serta edukasi mendalam mengenai manajemen perawatan sistem tenaga surya di Kantor Desa Dawuan Barat. Program edukasi ini melibatkan pakar dari Universitas Sebelas Maret, yakni Agus Supriyanto, Anif Jamaludin, dan Dwi Djoko Rahmadi, guna memastikan masyarakat memiliki pemahaman teknis yang komprehensif dalam mengelola aset energi tersebut.

ADVERTISEMENT

Kegiatan peluncuran dan edukasi ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Spv HSSE FT Cikampek, Erik Wicaksono, Sekretaris Desa Dawuan Barat, E. Wahyu Adam, serta Ketua Kelompok Lelepedia, Irkayana. Kehadiran tokoh-tokoh ini menandakan adanya kolaborasi yang kuat antara korporasi, akademisi, dan pemerintah desa dalam menciptakan ekosistem energi mandiri. Fokus utama dari sinergi ini adalah meningkatkan kapasitas kolektif masyarakat agar mampu melakukan pemeliharaan mandiri sehingga sistem PLTS dapat beroperasi dalam jangka waktu panjang.

ADVERTISEMENT

Dampak ekonomi yang diharapkan dari program Desa Energi Berdikari ini sangat signifikan, terutama dalam menekan biaya operasional kelompok budidaya. Dengan memanfaatkan energi matahari yang melimpah, Kelompok Lelepedia diproyeksikan mampu meningkatkan margin keuntungan melalui efisiensi beban listrik bulanan. Keberhasilan model ini diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok usaha lain di Karawang untuk melirik potensi energi terbarukan sebagai instrumen penguatan ekonomi mikro yang ramah lingkungan dan kompetitif.

ADVERTISEMENT

Spv HSSE FT Cikampek, Erik Wicaksono, menegaskan bahwa proyek ini dirancang untuk menjadi mercusuar atau pusat pembelajaran energi terbarukan bagi wilayah Kabupaten Karawang secara luas. Menurutnya, PLTS di Desa Dawuan Barat bukan sekadar penyedia daya listrik, melainkan laboratorium hidup bagi edukasi energi bersih yang berkelanjutan. Hal ini selaras dengan misi besar perusahaan untuk menjadikan desa-desa binaan sebagai percontohan nasional dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan yang berdampak pada kemandirian ekonomi.

ADVERTISEMENT

Apresiasi tinggi datang dari pemerintah desa setempat yang melihat program ini sebagai langkah visioner dalam pembangunan infrastruktur desa. Sekretaris Desa Dawuan Barat, E. Wahyu Adam, menyampaikan terima kasih kepada Pertamina atas dukungan teknologi yang diberikan kepada warganya. Ia berharap para kelompok binaan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan manfaat energi surya kepada masyarakat luas, sehingga dampak positif dari transisi energi ini tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, tetapi menjadi gerakan kolektif desa.

ADVERTISEMENT

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan yang terukur. Program Desa Energi Berdikari menjadi bukti nyata bahwa transisi energi bersih dapat berjalan beriringan dengan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan semangat tersebut, Pertamina berkomitmen untuk terus mereplikasi keberhasilan ini di berbagai wilayah lainnya demi mewujudkan masa depan energi Indonesia yang lebih hijau dan berdikari.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar